BILA KASIH TUHAN MENYAPA

Yuhuuuiiiiii……pa kabar Cantaters??

Setelah sekian bulan tak pernah sempat melongok blog kita ini, akhirnya tergelitik juga hati saya buat  nyolong waktu untuk share sedikit kegiatan istimewa Cantate Choir di penghujung  tahun 2017 ini.

Ceritanya berawal dari bincang-bincang Rm Tony MSF dengan mas Slamet sang konduktor kita sekitar 2 minggu yang lalu.

Ketika itu Rm Tony berkeinginan membantu sepasang tuna netra yang berencana menikah. Menurut penuturan, keduanya sudah tak punya orangtua maupun sanak family yang peduli sehingga mereka terkendala banyak hal. Oleh karena itu, Rm Tony berniat menikahkan keduanya, sekaligus membuatkan pesta sederhana, tepatnya di hari Senin tgl 18 Desember 2017 pukul 10.00. Layaknya sebuah pemberkatan pernikahan, biasanya ada koor yang mengiringi. Karena hal tsb, Romo Toni pun berinisiatif minta bantuan Cantate Choir melalui mas Slamet, maksudnya agar upacara menjadi lebih meriah dan berkesan. Wow! Kapan lagi kami bisa membantu pasangan unik macam begini? Tentu saja kami langsung bersedia. Bukan karena kami pengin numpang makan gratis atau dapat pujian….. sama sekali tidak!! Ini terbukti bahwa kami tak pernah memasang tarif setiap melayani. Kalau ada pasangan pengantin yang memberi, puji Tuhan!! Kalau tidak diberipun kami tetap berusaha memberikan yang terbaik. Itu semua karena kami menyadari bahwa suara yang kami miliki berasal dari Tuhan dan semua itu harus kami kembalikan pada Tuhan melalui perantaraan orang-orang yang membutuhkan.  Kamipun segera menghimpun anggota yang tidak terikat kerja atau yang bisa ijin kerja untuk ikut memeriahkan hajatan ini.

Jreng… jreng…jreng…… ! Akhirnya, hari H pun datang.

Meski lagu yang minta dinyanyikan hanya 3, tapi demi memberikan yang terbaik, maka sejak pukul 09.00 pagi beberapa relawan Cantate sudah duduk manis di panti koor untuk melakukan pemanasan & latihan.

20171218-02

Pukul 10.00, upacarapun dimulai.

Tidak seperti pengantin pada umumnya, kedua mempelai tidak diarak beriringan dari depan pintu utama Gereja melainkan sudah bersiap di kursi pengantin yang disediakan di depan altar. Setelah pembukaan yang dilanjutkan dengan bacaan Kitab Suci oleh mbak Nuning, mengalunlah “Kasih Pasti Lemah Lembut” oleh Cantate Choir, lalu bacaan Injil disambung dengan Homili.

Dalam homilinya, Rm Tony berpesan agar kedua mempelai selalu saling menjaga, saling setia dan saling melayani meski ada ketidaksempurnaan di antara mereka. Intinya, perkawinan Katolik adalah perkawinan yang tak terceraikan sehingga harus disadari benar bahwa hanya mautlah yang bisa memisahkan hubungan suami istri. Agar perkawinan bisa langgeng, tentu saja harus ditopang pula dengan ekonomi yang memadai. Oleh karena itu, Romo Tony juga berpesan agar pasangan tersebut tetap tekun bekerja, berdoa dan berusaha.

20171218-01

Usai homili, janji perkawinanpun diucapkan. Yang unik, mas Slamet didaulat Romo Tony menjadi pembisik bagi kedua mempelai. Maklumlah, kedua mempelai kan tidak bisa membaca tulisan biasa, dan mungkin, keduanyapun belum hapal teks janji pernikahan.

Dengan mantap namun agak tersipu, mas Slametpun mengucap janji yang ditirukan bergantian oleh kedua mempelai, “di hadapan Allah dan seluruh umat yang hadir di sini, saya….. memilih engkau… sebagai istri saya …. saya berjanji…. dst.. dst…

Hahahaha…. beberapa anggota koorpun saling berpandangan, barangkali ada yang berpikir : kapan ya mas Slamet benar-benar mengucap janji seperti itu bagi pasangannya? Bahagianya jika itu terjadi!!

20171218-03

Usai penandatanganan surat nikah yang diiringi “Nderek Dewi Maria“, upacarapun disudahi dengan ditutup “Slamat dan Bahagia” dilanjutkan 1 bonus lagu “Betapa Indahnya“.

Bahagia rasanya hati kami bisa melayani pasangan unik ini. Dan sebagai wujud kebahagiaan kami, kami memberikan sedikit tanda kasih untuk mempelai berdua, semoga bisa menambah kebahagiaan keduanya. Tak lupa, kamipun berfoto bersama mengabadikan momen langka untuk mengingatkan kami betapa Tuhan memang Maha segalanya.

20171218-04

Ada saja cara Tuhan membahagiakan ciptaanNya hingga meski dalam keterbatasan, sepasang tuna netrapun diperbolehkan bersatu seia sekata sehidup semati dalam suka dan duka. Tak perlulah kita bertanya bagaimana prosesnya, yang pasti pernikahan ini terjadi karena kasih Tuhan menyapa keduanya. Selamat menempuh hidup baru untuk kedua mempelai, semoga kasih Tuhan selalu nyata dalam hidup berkeluarga kalian.

Setelah sesi foto, kamipun segera meninggalkan Gereja untuk melanjutkan aktifitas yang lain :  ada yang menjemput anak sekolah, berdagang, mengajar atau kembali ke kantor buat bekerja seperti biasa. Terimakasih Tuhan atas pengalaman ini, semoga kami tak pernah menyia-nyiakan karunia yang kau berikan pada kami dan selalu bersemangat melayani Engkau dengan semua indera yang kami miliki.

Bila kasih Tuhan menyapa, rasakan & tanggapilah!! … dan engkau pasti akan mendapatkan bahagiamu! (fih)

Yang Tertinggal dari 2016 : Komik Family Gathering (2)

BAGIAN 2

Tgl 18 Juni pagi, setelah dilepas oleh Rm Toni dengan berkatnya, kami berangkat dengan menggunakan 2 Bus ukuran sedang. Jalanan lumayan macet, langit mendung. Dan ketika kami hampir sampai di Villa, salah satu Bus ternyata tidak kuat menanjak sehingga beberapa penumpang turun dari bus lalu berjalan kaki menuju Villa. Maklumlah, jln masuk ke villa  menurun tajam dan naik lagi dengan menikung.

Begitu sampai, hujan rintik-rintik menyambut kedatangan kami. Tapi kami tak terpengaruh. Setelah kumpul sejenak di pendopo untuk pembagian kamar, dengan bersemangat kamipun menuju kamar- masing-masing untuk bersiap diri.

1606-komik FG-202b

Setelah istirahat sejenak, kami berkumpul lagi untuk melanjutkan acara. Yang pertama adalah games. Cukup menyenangkan, seru dan heboh.

1606-komik FG-203

1606-komik FG-204

1606-komik FG-205

Habis games, sebagian pada berenang.

1606-komik FG-206

1606-komik FG-208

1606-komik FG-207

Malamnya, kami latihan koor untuk tugas kami di bulan Juni, lalu makan malam, terus dilanjutkan permainan lagi.

1606-komik FG-210b

1606-komik FG-209

1606-komik FG-210a

1606-komik FG-211

1606-komik FG-212

Malam terus bergulir…. pukul 10, acara bubar diteruskan acara bebas. Ada  yang sekedar ngobrol, ada yang nonton TV, ada yang langsung ke alam mimpi. Sebagian remaja terlihat  gitaran lalu lanjut bermain kartu.

1606-komik FG-220

Sebagian Bapak-bapak masih melek sampai malam dengan kesibukan mereka.

1606-komik FG-213

Paginya, kami bangun dengan hati gembira.

1606-komik FG-214

1606-komik FG-216b

Kamipun memulai aktifitas dengan senam bersama, dipimpin mb Dewi. Aih… senengnya, badan jadi seger deh.

1606-komik FG-215

1606-komik FG-216

1606-komik FG-217

1606-komik FG-218

1606-komik FG-219

Habis olahraga, kami sarapan lalu setelah itu mengekspoitasi lingkungan sekitar dengan jalan-jalan bersama dengan jarak tempuh tidak kurang dari 3km. Lumayan capek.

1606-komik FG-221

1606-komik FG-222

Sampai Villa, kamipun beres-beres kamar lalu bersiap Misa penutupan bergabung dengan OMK yang juga sedang mengadakan Acara di Villa yang sama.

Sebelum Misa, beberapa memanfaatkan waktu untuk berfotoria ataupun bersantai.

1606-komik FG-222b

Setelah Misa, kami makan siang lalu check out meninggalkan tempat dengan harapan tahun depan bisa pergi bareng lagi dengan anggota yang lebih banyak, tempat yang lebih menyenangkan dan acara yang lebih seru.

1606-komik FG-223

Tamat. (fih)

Reformasi di akhir Januari

Bulan Januari di Tahun Baru ini ternyata memunculkan satu cerita penting mengenai perjalanan Cantate Choir yang telah melewati 11 tahun karyanya.  Seperti tahun-tahun sebelumnya, tugas perdana Bhakti Liturgi di Bulan Januari selalu kami manfaatkan sebagai ajang syukur atas ulangtahun kami. Kebetulan, di Januari ini Cantate mendapat giliran tugas pada tanggal 29 Januari 2017.

Awalnya, Cantate berencana akan menyanyikan lagu-lagu Nuansa Nusantara karena memang Seksi Liturgi telah menetapkan bahwa Lagu-lagu Koor setiap minggu ke-5 adalah yang bernuansa Nusantara.  Namun, ternyata 2 minggu sebelum hari H, Pastor Paroki yaitu Rm Antonius Suyata MSF menhimbau agar seluruh lagu-lagu Misa di tanggal 28 & 29 Januari bernuansa Mandarin karena ternyata bertepatan dengan Hari Raya Imlek. Akhirnya, dirombaklah lagu-lagu yang telah disusun sebelumnya, digantikan dengan lagu-lagu bernuansa Mandarin.

Berikut adalah lagu-lagu yang kami nyanyikan :

daftar lagu-170129

Pukul 10.00 kami sudah siap di Panti Koor dengan mengenakan baju merah dimana beberapa di antaranya sengaja memakai baju model cheongsam.

blog-170129-01

Syukur pada Tuhan, meski hanya sempat latihan 4x, kami mampu menyajikan suara-suara kami dengan baik diiringi organist setia kami, Mb Dewi dibantu oleh Bobby sebagai gitarist & Jessica penabuh Drum. Memang sih ada beberapa lagu yang agak ragu di awal seperti Kudus & Anak Domba Allah, tapi secara keseluruhan semuanya berjalan lancar, kompak dan indah.

blog-170129-02

Begitu selesai menyanyikan lagu penutup Gema Cantate – Penziarahan Iman, umat yang hadir spontan memberikan applaus pada kami. Thanks God, semoga pelayanan kami ini mampu menggiring umat pada doa yang khusuk dan kidmat!

blog-170129-03b2

Usai Misa yang dipimpin Rm Budi MSF, kami beriringan ke R.Martinus untuk merayakan ultah kami secara sederhana yang dikoordinir oleh Ardo, Harvey & Gita.

Jam 12, acara diawali dengan doa yang dipimpin mas Agung.

blog-170129-04a1

Setelah doa, kami diajak berdiri melingkar untuk melakukan  peregangan atau bhs kerennya ice breaking. Ha? Belum apa-apa sudah harus dicairkan ya? Maklumlah habis tugas tadi kita kan mesti beres-beres ruangan, nata kursi  & nata konsumsi, jadi belum mulai sudah capek duluan. Mungkin maksud acara ini biar kita lebih bersemangat dan gak pada tegang ya? Lumayan sih, bisa ketawa-ketawa sambil olahraga. Hahahaaa….!!

blog-170129-04b

Selanjutnya, sambutan Ketua Cantate (mas Broto) dilanjutkan sambutan sie peribadatan Paroki (pak Martinus Sumardi).

blog-170129-05

Lalu tiup lilin. Kali ini, yang kebagian meniup adalah anggota & anggota keluarga yang berulangtahun di bulan Januari. Kebetulan, ada 3 generasi yaitu Ibu Wahyu, Agnes (istrinya Willy) serta Stella (putri pasangan mas Ir + mb Nuning).

blog-170129-06

Acara selanjutnya permainan, berupa karaoke sambil nggendong 4 balon dengan diserang lawan yang siap meletuskan balon dengan jarum. Siapa yang balonnya paling lama utuh dialah pemenangnya.

Yang pertama tampil adalah mb Nuning, wakil sopran dengan lagu “Abang Tukang Baso”. Ternyata doi hanya bertahan 1 bait nih…!!

Yang kedua : Willy, wakil Tenor –> kelarnya lebih cepat daripada Sopran karena terlalu fokus baca teks “Hampa”-nya Ari Lasso.

Yang ketiga : Susi, wakil Alto —> pakai gaya-gaya ngigel tapi lumayan lama juga, kelarnya hampir separo lagu “Kopi Dangdut”.

Terakhir : Mas Heri, wakil Bass  yang menyanyikan lagunya Stinky. Yang ini sengaja didiemin agak lama, soalnya suaranya enak sih.  Sialnya, saking bersemangatnya para lawan main hendak meledakkan balonnya,  maka paha mas Heri sampai tertusuk jarum. Dan… bubar sudah permainan ini. Haahahahaaa….!!

blog-170129-07

Lalu, acara makan siangpun berlangsung. Puji Tuhan dapat sumbangan dari beberapa keluarga anggota Cantate, sehingga Kas kamipun nyaris tidak tersentuh. Makasih yaaaaa buat semua Donatur … nasi padangnya enak, aquanya seger dan kue tart nya juga yummy !! sluurpp…. nyam..nyam..nyammm…!!

Selanjutnya…… Ini dia yang baru dan beda :

Merujuk pada kata sambutan mas Ketua bahwa beliau sudah terlalu lama menjabat (10 tahun lho …… bayangkan!! hampir menyamai rekor pak Harto era orba kan?), maka dibentuklah komisi pemilihan khusus dengan koordinator mas Heri untuk menyiapkan regenerasi alias Ketua baru yang lebih muda. Bukan lantaran pengurus lama sudah pada uzur atau bulukan atau jamuran, tapi memang kita ini butuh wajah dan tenaga baru nan segar penuh semangat untuk lebih memajukan Cantate. Apalagi, sekarang ini mas Ketua kita adalah ketua Seksi Liturgi Paroki yang  seharusnya bisa bersikap netral pada semua pelayan liturgi dan pastinya akan disibukkan urusan Paroki. Naaahhh, berbekal pertimbangan tsb, diadakanlah rapat kilat serta pemilihan super cepat.

blog-170129-08

Bukan berarti kita lantas asal-asalan memilih lho, tapi sebenarnya bidikannya sudah lama berjalan, ditimbang, dianalisa dan dinilai. Dan hasilnya adalah : terpilih ketua baru kami yaitu : Ardo, dengan tetap didampingi mas Slamet sebagai dirigen/ pelatih serta mb Dewi sebagai organist.

blog-170129-10

Usai pemilihan ketua baru, ada sedikit speak-speak dari wakil anggota seputar pesan dan kesan. Setelah itu bersama-sama kami melantai dengan goyang “Gemufamire” dipimpin mbak Dewi.

blog-170129-09b

Cukup menyenangkan meskipun goyangan kami ngalor ngidul tabrak sana sini. Hahahaaaa….!!

blog-170129-09a

Sekitar pukul 14.00 acarapun disudahi. Semua kenyang, semua senang.

Congrats buat Ardo, semoga Cantate makin maju dan berkembang di bawah komandomu! Kepinginnya sih Cantate bisa menarik  anggota2 yang lebih muda, energik, kreatif dan bersuara lebih bening dibanding pendahulunya. Jadi, jangan takut untuk menjabat dan melakukan reformasi, majulah terus demi kemajuan Cantate!! Kita pasti dukung!!

Viva Cantate!! (fih)