MENGALAMI KEHADIRAN SANG MAHA RAHIM DALAM MOMEN 24 JAM UNTUK TUHAN

Posted by Admin Cantate On March - 7 - 2016 Comments Off on MENGALAMI KEHADIRAN SANG MAHA RAHIM DALAM MOMEN 24 JAM UNTUK TUHAN

Malam itu gereja Keluarga Kudus Paroki Rawamangun terlihat terang dan ramai. Waktu saya melirik arloji di tangan, ternyata sudah jam 9 lewat. Tidak biasanya parkiran penuh, di halaman pun terlihat beberapa umat yang berjalan tenang menuju ke pintu utama gereja. Lalu, yang lebih mengejutkan lagi,  di teras Gereja terdapat meja-meja penuh hidangan aneka macam seperti roti, kue basah, mie instan cup, kacang, ubi dan sebagainya, lengkap dengan air panas, air teh manis, aqua, minuman jahe, juga minuman botol yang diletakkan berderet. Waktu saya mengintip ke dalam, nampak beberapa umat duduk lesehan di depan altar, beberapa yang lain duduk mengantri di depan kamar pengakuan sedangkan yang lain lagi duduk khusuk mengucap doa dari bangku-bangku gereja.

Wah, sedang ada acara apa nih?

Seperti kita tahu, tahun 2016 ditetapkan sebagai tahun  Yubileum atau Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah oleh Bapa Suci Paus Fransiskus, yang ditandai dengan dibukanya Pintu Suci di Basilika Santo Petrus Vatikan pada 8 Desember 2015 hingga berakhir pada 20 November 2016. Tahun 2016 adalah tahun penuh berkat dan pertobatan karena kita diajak untuk mengalaminya secara pribadi, memperdalam pemahaman dan keyakinan kita bahwa Allah adalah Maharahim, menjalani pertobatan dan mewujudkannya dalam kehidupan nyata sehingga hidup kita diperbaharui dan masa depan kita penuh pengharapan.

Salah satu gerakan untuk menggenapi tahun Luar Biasa Kerahiman Allah adalah dengan diadakan Momen 24 Jam Untuk Tuhan yang dimaksudkan agar umat menyadari betapa setianya Allah kepada kita dengan selalu hadir dan berjuang dalam setiap tarikan nafas dan langkah kita. Kehadiran Allah tsb bukan hanya ketika kita sedang bersuka cita, tetapi juga ketika kita menderita, terpuruk, tersisih, jatuh dalam dosa, hidup tanpa arah, dan kehilangan harapan. Intinya, seluruh umat didorong untuk hidup semakin mengarah pada Tuhan sepanjang waktu dengan bertobat, melakukan rekonsiliasi, peduli, dan berbela rasa serta lebih mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam sukacita Injili di masyarakat.

Di Paroki Rawamangun, Momen ini dimulai dari hari Jumat 4 Maret 2016 pukul 05.45, sampai dengan Misa Penutupan pada pukul 05.45 hari berikutnya. Rangkaian Kegiatan Momen 24 Jam Untuk Tuhan di Paroki Rawamangun diisi dengan  4xMisa, Perarakan, Pentahtahan & Adorasi Sakramen Maha Kudus, Jalan Salib, dan juga penerimaan Sakramen Tobat selama 24 jam penuh sesuai jadwal yang ditetapkan.

Dalam Perayaan Ekaristi Jumat Pertama sore hari, Romo Tony MSF selaku kepala Paroki mengatakan bahwa momen ini merupakan sebuah Pesta untuk umat. Mengapa disebut Pesta? Karena, dengan adanya momen ini, banyak umat yang mempunyai kesadaran dan semangat untuk bertobat serta memperbaiki diri. Jadi, sudah sepantasnyalah Gereja merayakan kembalinya si anak hilang dengan bersyukur dan menyebut Momen ini sebagai sebuah Pesta, tak peduli betapa capek dan remuk raga kedua Romo Rawamangun melayani umat dalam sakramen pengakuan dosa yang mengantri sejak pukul 5 pagi.

24jam-20160304

Salah satu pengisi Adorasi Sakramen Maha Kudus adalah Cantate Choir yang mendapat giliran pukul 22.00-23.00. Selain beberapa personel yang ikut menjadi Panitia yang sudah berjaga di gereja sejak pagi, beberapa anggota yang lain juga telah pula bersiap beberapa waktu sebelumnya. Keyboard, Gitar dan tape recorder pun telah disiapkan untuk mengiringi doa & Adorasi tsb agar umat dapat terbantu dalam memasuki suasana doa yang khusuk.

Lalu saat giliran tiba, kamipun mengambil tempat duduk di tikar dengan tenang, bersama-sama bersila dan membuka ibadat dengan lagu pembukaan “Bless The Lord My Soul“. Dalam keheningan, doa demi doa digulirkan baik bersama-sama maupun bergantian, memohon rahmat dan penyertaan Tuhan, serta memuji Sang Maha Kudus yang bertahta di meja Bunder di Altar. Seusai Bacaan pertama dari Kitab Ulangan, mengalunlah lagu “Limpahkanlah Tuhan BerkatMu“, dilanjutkan pembacaan Injil dari Yoh 6:25-59. Setelah itu, umat diajak memasuki saat hening dan berdoa pribadi. Alunan istrument “Semua Baik” dan “The Lonely Shepperd” dari tape recorder pun mengalun lembut, mengiringi suara pemandu Ibadat membacakan renungan yang menyeret perasaan untuk lebih mendalami kehadiran Sang Maha Rahim dalam hidup kita:

……… sayangKu, tinggallah bersama-Ku dan beristirahatlah sejenak. Biarkanlah Aku memenuhi engkau dengan kasih, kegembiraan dan damai. Aku Sendiri yang dapat memberi damai yang sejati, damai yang tak dapat diberikan dunia. Katakanlah kepada-Ku kebutuhan-kebutuhan dan keinginan-keinginanmu. Katakanlah kepada-Ku tentang mereka yang engkau kasihi, tentang keadaan mereka dan kebutuhan-kebutuhan mereka; mereka adalah orang-orang yang Ku-kasihi juga …………

20160304_215931_resized_2

15 menit menjelang pukul 23.00, ibadat  diakhiri dengan Pujian pada Sakramen MahaKudus dan ditutup dengan Doa serta tanda kemenangan Kristus. Beberapa yang masih ingin berdoa secara pribadi dipersilakan melanjutkan doanya sampai tiba giliran kelompok berikutnya menyambung Adorasi.

Terima kasih ya Sang Maha Rahim karena Engkau telah memperkenankan kami turut ambil bagian dalam momen ini. Semoga segala niat baik dan karya pelayanan kami berkenan di hadapanMu.

kontributor : Fortunata I.H.

 

 

Comments are closed.

Sponsors