BILA KASIH TUHAN MENYAPA

Posted by Admin Cantate On December - 19 - 2017 Comments Off on BILA KASIH TUHAN MENYAPA

Yuhuuuiiiiii……pa kabar Cantaters??

Setelah sekian bulan tak pernah sempat melongok blog kita ini, akhirnya tergelitik juga hati saya buat  nyolong waktu untuk share sedikit kegiatan istimewa Cantate Choir di penghujung  tahun 2017 ini.

Ceritanya berawal dari bincang-bincang Rm Tony MSF dengan mas Slamet sang konduktor kita sekitar 2 minggu yang lalu.

Ketika itu Rm Tony berkeinginan membantu sepasang tuna netra yang berencana menikah. Menurut penuturan, keduanya sudah tak punya orangtua maupun sanak family yang peduli sehingga mereka terkendala banyak hal. Oleh karena itu, Rm Tony berniat menikahkan keduanya, sekaligus membuatkan pesta sederhana, tepatnya di hari Senin tgl 18 Desember 2017 pukul 10.00. Layaknya sebuah pemberkatan pernikahan, biasanya ada koor yang mengiringi. Karena hal tsb, Romo Toni pun berinisiatif minta bantuan Cantate Choir melalui mas Slamet, maksudnya agar upacara menjadi lebih meriah dan berkesan. Wow! Kapan lagi kami bisa membantu pasangan unik macam begini? Tentu saja kami langsung bersedia. Bukan karena kami pengin numpang makan gratis atau dapat pujian….. sama sekali tidak!! Ini terbukti bahwa kami tak pernah memasang tarif setiap melayani. Kalau ada pasangan pengantin yang memberi, puji Tuhan!! Kalau tidak diberipun kami tetap berusaha memberikan yang terbaik. Itu semua karena kami menyadari bahwa suara yang kami miliki berasal dari Tuhan dan semua itu harus kami kembalikan pada Tuhan melalui perantaraan orang-orang yang membutuhkan.  Kamipun segera menghimpun anggota yang tidak terikat kerja atau yang bisa ijin kerja untuk ikut memeriahkan hajatan ini.

Jreng… jreng…jreng…… ! Akhirnya, hari H pun datang.

Meski lagu yang minta dinyanyikan hanya 3, tapi demi memberikan yang terbaik, maka sejak pukul 09.00 pagi beberapa relawan Cantate sudah duduk manis di panti koor untuk melakukan pemanasan & latihan.

20171218-02

Pukul 10.00, upacarapun dimulai.

Tidak seperti pengantin pada umumnya, kedua mempelai tidak diarak beriringan dari depan pintu utama Gereja melainkan sudah bersiap di kursi pengantin yang disediakan di depan altar. Setelah pembukaan yang dilanjutkan dengan bacaan Kitab Suci oleh mbak Nuning, mengalunlah “Kasih Pasti Lemah Lembut” oleh Cantate Choir, lalu bacaan Injil disambung dengan Homili.

Dalam homilinya, Rm Tony berpesan agar kedua mempelai selalu saling menjaga, saling setia dan saling melayani meski ada ketidaksempurnaan di antara mereka. Intinya, perkawinan Katolik adalah perkawinan yang tak terceraikan sehingga harus disadari benar bahwa hanya mautlah yang bisa memisahkan hubungan suami istri. Agar perkawinan bisa langgeng, tentu saja harus ditopang pula dengan ekonomi yang memadai. Oleh karena itu, Romo Tony juga berpesan agar pasangan tersebut tetap tekun bekerja, berdoa dan berusaha.

20171218-01

Usai homili, janji perkawinanpun diucapkan. Yang unik, mas Slamet didaulat Romo Tony menjadi pembisik bagi kedua mempelai. Maklumlah, kedua mempelai kan tidak bisa membaca tulisan biasa, dan mungkin, keduanyapun belum hapal teks janji pernikahan.

Dengan mantap namun agak tersipu, mas Slametpun mengucap janji yang ditirukan bergantian oleh kedua mempelai, “di hadapan Allah dan seluruh umat yang hadir di sini, saya….. memilih engkau… sebagai istri saya …. saya berjanji…. dst.. dst…

Hahahaha…. beberapa anggota koorpun saling berpandangan, barangkali ada yang berpikir : kapan ya mas Slamet benar-benar mengucap janji seperti itu bagi pasangannya? Bahagianya jika itu terjadi!!

20171218-03

Usai penandatanganan surat nikah yang diiringi “Nderek Dewi Maria“, upacarapun disudahi dengan ditutup “Slamat dan Bahagia” dilanjutkan 1 bonus lagu “Betapa Indahnya“.

Bahagia rasanya hati kami bisa melayani pasangan unik ini. Dan sebagai wujud kebahagiaan kami, kami memberikan sedikit tanda kasih untuk mempelai berdua, semoga bisa menambah kebahagiaan keduanya. Tak lupa, kamipun berfoto bersama mengabadikan momen langka untuk mengingatkan kami betapa Tuhan memang Maha segalanya.

20171218-04

Ada saja cara Tuhan membahagiakan ciptaanNya hingga meski dalam keterbatasan, sepasang tuna netrapun diperbolehkan bersatu seia sekata sehidup semati dalam suka dan duka. Tak perlulah kita bertanya bagaimana prosesnya, yang pasti pernikahan ini terjadi karena kasih Tuhan menyapa keduanya. Selamat menempuh hidup baru untuk kedua mempelai, semoga kasih Tuhan selalu nyata dalam hidup berkeluarga kalian.

Setelah sesi foto, kamipun segera meninggalkan Gereja untuk melanjutkan aktifitas yang lain :  ada yang menjemput anak sekolah, berdagang, mengajar atau kembali ke kantor buat bekerja seperti biasa. Terimakasih Tuhan atas pengalaman ini, semoga kami tak pernah menyia-nyiakan karunia yang kau berikan pada kami dan selalu bersemangat melayani Engkau dengan semua indera yang kami miliki.

Bila kasih Tuhan menyapa, rasakan & tanggapilah!! … dan engkau pasti akan mendapatkan bahagiamu! (fih)

Comments are closed.

Sponsors