BINAR SEMARAK PESTA ULTAH PAROKI KE-43

Posted by Admin Cantate On July - 29 - 2013 2 Comments

Pagi yang cerah. Dengan pongahnya, sang mentari menghiasi langit Jakarta memancarkan hangat sinarnya tanpa mempedulikan sederet awan yang mengancam hendak menutupinya. Di pagar Gereja, tampak Poster besar terpampang mencolok mengundang umat untuk sebuah acara pesta. Sedangkan di jalan masuk ke area Aula, sebuah spanduk tergantung gagah mengucapkan selamat datang kepada umat Paroki. Di depan Aula, tenda2 terpasang rapi ikut menyemarakkan suasana pagi. Puluhan mobil serta pejalan kaki yang baru selesai mengikuti Misa pertama mulai meninggalkan halaman Gereja, digantikan oleh mobil lain serta derap langkah kaki umat yang haus akan kehadiran Yesus dalam hidupnya yang hendak mengikuti Misa kedua.

Yang Baru dari Cantate

Di sebuah ruangan di area Pastoran Gereja Keluarga Kudus Rawamangun, beberapa putri Cantate sedang mengenakan kain jarik dibantu yang lain, beberapa lagi berdandan mematut diri di depan cermin. Yang lelakipun tak mau kalah. Beberapa di antaranya terlihat sibuk saling membantu memasang ikat kepala serta melilitkan kain di pinggang. Waduh waduh… heboh banget deh kelihatannya. Sebenarnya ada apa sih? Kayaknya ada yang istimewa ya? Tentu saja! Hari ini kan Perayaan Ulang Tahun Paroki yang ke-43, jadi gak salah dong kalau Cantate Choir ikut berpartisipasi menyemarakkan suasana. Apalagi kali ini Cantate Choir mendapat jatah untuk melayani Bakti Liturgi pada Misa ke 2 jam 08.30. Karena itu, jauh-jauh hari para anggotanya sudah sibuk berlatih dan mempersiapkan diri agar bisa menampilkan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Bukan hanya dalam hal lagu, tapi penampilan juga harus beda. Wah wah wah…. kostum apa pula yang tuh yang bikin heboh? Olala… ternyata mereka memakai seragam baru dengan tampilan beda. Kayak ini nih…… !!

Keren kan? Ayo angkat jempol buat seksi kostum yang telah bersusah-susah keluar masuk Pusat perbelanjaan buat nyari bahan yang cocok utk seragam yg “wow” ini

Seperti yang kita lihat di atas, kali ini seragam kita meng-adopt gaya tradisional menyesuaikan tema lagu-lagu yang hendak kita lambungkan yaitu nuansa Sunda. Yang putri mengenakan model kebaya berwarna biru toska serta kain jarik yang sedikit di modifikasi, sedangkan yang putra mengenakan beskap keemasan dipadu celana panjang hitam, ikat kepala serta lilitan kain di pinggang yang senada. Sebenarnya persiapan pembuatan seragam tsb relative mepet kira2 baru matang pada awal bulan Juli kemarin. Tapi untunglah, berkat kesigapan seksi kostum dan juga kerjasama yang baik dari para anggota, akhirnya pembuatan seragam bisa terwujud dengan cepat. Thanks a lot buat pasutri mas Wiwied n mb Susan yang telah mensupport seragam cowok dengan “Followme Design”-nya, thanks juga untuk keluarga mas Ir yang ikut memberikan kontribusi buat kain jariknya. Meskipun rada ribet makainya, ternyata hasilnya memuaskan lho. Semua jadi kelihatan cantik, ganteng dan berseri-seri. Hahaha……  gak sia-sia kita ngejar deadline ke penjahit.

Alunan indah dalam Misa Perayaan Ultah

Setelah berkutat dengan latihan membaca notasi yang keriting meliuk-liuk, akhirnya saat yang dinantikan pun tiba. Dengan diiringi organ mba’ Dewi, biola mas Argo, gitar mas Laurent, kendang mas Jarum bergantian dengan mas Slamet, serta seruling & cak/cuk mas Agung, lagu-lagu mengalir dengan indahnya. Alunan seruling & gesekan biola yang syahdu memberikan suasana berbeda dalam Misa. Dentingan organ, hentakan kendang serta petikan cak/cuk pun semakin menambah semarak.

Kali ini lagu-lagu diambil dari buku terbitan Pusat Musik Liturgi  dan Madah Bakti yang semuanya diaransemen oleh Paul Widyawan. Sedangkan Ordinarium, Bapa Kami & Salam Damai diambil dari buku Gema Ekaristi. Berikut adalah susunan lagunya.

Pembukaan        : Hanya padaMu Tuhan

Persembahan     : Lihatlah Roti dan Anggur

Komuni               : Tinggallah Di dalam Aku, Yesus Yang Kucinta, Cahaya Suci

Penutup              : Syukur Tuhan

Ordinarium         : nuansa Sunda karya L.Putut Pudyantoro

Bapa Kami          : karangan L.Putut Pudyantoro

Salam Damai      : karangan Rm Susilo aransemen L.Putut Pudyantoro

Mazmur No. 816 & Kidung Alleluya No.962 dibawakan oleh Julie sebagai Solis.

Perayaan Ekaristi pun semakin meriah karena banyaknya Romo yang ikut merayakannya. Misa dipimpin oleh Rm Tony MSF didampingi oleh Rm Tarno MSF, Rm Erwin MSF, Rm Iik MSF serta 1 Romo lagi  yang baru ditahbiskan pada 23 Juli 2013 yaitu Rm Wempi Mandagi MSF. Sewaktu masih menjadi Frater, Rm Wempi ini dulu TOP-nya di Paroki KK Rwmangun pada tahun 2010/2011. Selain itu, ada juga yang berbeda di bangku depan karena kehadiran 10 orang Frater MSF dengan jubah putihnya yang beberapa hari ini sedang melakukan live in di rumah beberapa keluarga di Paroki Rawamangun. Di halaman Gereja, umat yang tidak kebagian tempat di dalam Gereja memilih duduk dengan menggunakan kursi cadangan.

Sesuai dengan bacaan hari ini mengenai doa permohonan, dalam kotbahnya Rm Tony menyampaikan bahwa setiap permohonan kita pasti didengarkan oleh Tuhan. Meskipun kadang-kadang permohonan kita ada yang tidak baik, Tuhan tetap mendengarkannya. Sedangkan perkara dikabulkan atau tidak, itu semua terserah Tuhan. Yang pasti, Tuhan akan memberikan yang terbaik menurut Dia. Oleh sebab itu, jangan pernah kita meninggalkan Tuhan gara-gara doa kita tidak terkabul, sebab setiap doa pasti ada jawabannya.  Tuhan pasti mendengarkan doa orang beriman.

Pukul 10 Misa pun usai. Gerimis mulai membasahi tanah ketika koor menyanyikan lagu penutup “Syukur Tuhan”. Perlahan umat beranjak meninggalkan Gereja, sebagian melanjutkan acara masing2 sedangkan sebagian lagi menuju Aula untuk memeriahkan pesta Ultah Paroki.

Untuk kenangan, Cantate Choir menyempatkan diri berfoto sejenak di depan altar…. 1..2…3….Ciss…… semua tersenyum gembira.

Anak-anakpun tak mau ketinggalan untuk ikut berpose.

Sayang sekali hujan semakin lebat. Rencana untuk berkumpul di depan Pendopo akhirnya batal sehingga konsumsi untuk Koor yang disediakan oleh seorang donator pun akhirnya dibagi-bagikan di depan gereja. Diiringi hujan yang mengguyur, sebagian anggota menyantap makanan di teras Gereja sambil berfoto-foto seru kembali.

Begitu curah hujan mulai berkurang, barulah kita menuju ke Aula.

Meriahnya Pesta Paroki di bawah guyuran hujan

Sekarang coba kita tengok sekitar Aula, ada apa disana? Ternyata ada bermacam-macam acara dan lomba, mulai dari lomba masak antar Wilayah dengan peserta khusus kelompok bapak-bapak serta anak lelaki, lomba mewarnai untuk anak-anak, fashion show, lomba tumpeng antar Lingkungan, serta ada juga bazaar dan beberapa stand seperti Stand Photo Booth, stand penjualan makanan oleh Misdinar, dll. Rame deh pokoknya. Yang rada kurang peminat adalah pertunjukan Pentas Seni karena kalah oleh hujan, gimana tidak… penonton yang harusnya menyaksikan dari bawah panggung terbuka hanya sedikit yang berani mendekat mengingat lapangannya jadi becek dan takut kena guyuran hujan. Jadinya mereka menonton dari kejauhan dengan bernaung di bawah tenda ataupun teras Aula. Tapi itu semua tidak mengurangi kemeriahan acara.  Lihatlah betapa bersemangatnya para Frater menyanyi dan bergoyang di atas panggung. Rm Tony juga berani tuh berjoged di bawah panggung, padahal masih gerimis dan becek lho.

Nah, gimana teman2..? Bener kan kalau saya bilang liputan yang ini tidak kalah seru dari yang lalu2? Tapi udahan dulu yach… mumpung hujan sudah mulai reda, saya pamit pulang dulu.

Happy Anniversary untuk Paroki Keluarga Kudus Rawamangun, Jakarta, semoga makin menjadi berkat bagi banyak orang, dan mudah-mudahan tema Ultah “Membangun kebersamaan dan persaudaraan Sejati” benar-benar bisa terwujud,!! Ciao….!!

Kontributor : Fortunata Iin H. (fih)

(Cantate Choir/ PS Elizabeth)

 

2 Responses so far.

  1. bowo_solo says:

    salam dalam damai Kristus
    perkenalkan nama saya bowo dari solo
    boleh g saya tw dimana kah saya bisa dapatkan partitur lagu 4 suara dari buku Gema Ekaristi.

    makasih

    • Admin Cantate says:

      Salam Kenal mas Bowo, terimakasih sudah berkunjung ke blog kami. Mengenai pertanyaan tentang partitur 4 suara buku Gema Ekaristi sudah kami tanyakan ke Seksi Musik Komisi Liturgi KAJ dan memang sedang dalam tahap proses dikarenakan banyaknya materi yang masuk.
      Demikian info dari kami, dan silakan berkunjung kembali untuk informasi terbaru.

      Salam sejahtera,
      Admin.

Sponsors