PERINGATAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN

Posted by Admin Cantate On November - 3 - 2014 Comments Off on PERINGATAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN

Kemarin, Gereja Katolik merayakan hari peringatan arwah semua orang beriman. Pada perayaan yang selalu jatuh di tanggal 2 November, biasanya kita diberi kesempatan secara khusus untuk mendoakan saudara-saudari, kenalan dan kerabat, serta memasukkannya sebagai intensi Misa pada hari tsb.  Di Gereja Katedral Jakarta, umat yang ingin mendoakan arwah saudara/i, kenalan & kerabatnya dipersilakan untuk memasang foto ybs dan diletakkan di area Patung Bunda Maria. Sedangkan di Paroki Keluarga Kudus Rawamangun, pengumuman cara permohonan intensi telah diumumkan beberapa minggu sebelum perayaan berlangsung. Puncaknya pada hari Minggu yang lalu semua nama-nama yang telah didaftarkan oleh umat ditulis & dicetak dalam lembaran buku Misa. Ternyata tercatat sebanyak 367 intensi yang mendoakan lebih dari 1000 arwah.

Pada kesempatan kemarin, Cantate Choir melayani Bhakti Liturgi Misa ke-2. Dengan mengggunakan kostum berwarna hitam-hitam, kami memulai Perayaan Ekaristi dengan Lagu Pembukaan dari PS. 618 “Di dalam Kristus Bertemu”.

20141102-1

Misa dipimpin oleh Rm.Tony MSF dan berlangsung khusuk. Warna Liturgi hari itu adalah ungu.

Selain lagu pembukaan di atas, lagu lain yang kami bawakan untuk memeriahkan Perayaan Ekaristi ini antara lain adalah :

Persembahan : Trimalah Persembahanku

Komuni : It is Well & KidungHati Kudus

Penutup : Yesus Juru Slamat Kami (PS.714)

Ordinarium : Misa Kita IV

Bapa Kami Biasa (PS.404)

Mazmur 130 (Pemazmur : Mb Sri)

20141102-2

MENGAPA KITA ORANG KATOLIK HARUS MENDOAKAN ARWAH?

Seperti pernah saya kemukakan sebelumnya dalam artikel saya terdahulu di blog ini (judul : Perlukah Berdoa untuk Arwah?), berikut saya kutipkan alasan-alasan lain perlunya kita berdoa untuk arwah yang saya ambilkan dari penjelasan dalam teks Misa Peringatan Arwah Semua Orang Beriman 2 November 2014-Tahun A, Paroki Keluarga Kudus Rawamangun sbb :

  1. Dalam iman kita yang teguh/kokoh/bulat/suci akan Yesus Kristus, Sang Penyelamat Manusia, maka mendoakan arwah orang beriman yang telah meninggal duania adalah suatau tindakan kasih yang dapat mempersatukan kita sebagai anak-anak Allah yang sejati. Makna doa yang kita panjatkan ke hadirat Allah lebih-lebih bernada permohonan demi pengampunan dosa mereka.
  2. Karena sumber dan puncak dari iman Katolik terletak pada “Sengsara, Wafat dan Kebangkitan Kristus, Sang Jjuru Selamat kita yang kekal”. Dari sinilah kita diajak oleh Gereja untuk turut mendoakan orang yang telah meninggal dunia. Kematian Saudara/i kita mesti dimaknai secara teologis dalam 3 hal yakni “Sengsara, Wafat dan Kebangkitan Kristus”. Oleh sebab itu, dengan mendoakan orang yang telah meninggal dunia, maka sebenarnya kita sudah membantu meringankan beban dosa dari para arwah itu sendiri. Hukuman dalam bentuk apapun yang kita alami di dunia ini tak sama bandingnya dengan hukungan di dunia akhirat. Oleh sebab itu, Gereja Katolik secara universal turut mendoakan arwah orang beriman yang telah meninggal dunia.
  3. Karena siapapun yang telah menerima sakramen Baptis dari seorang imam, dia telah sah menjadi anak Allah sejati dan kepadanya dikaruniakan Roh Kudus yang senantiasa membimbingnya seumur hidup. Lewat penerimaan sakramen Babtis, kita bukan saja menerima tanggung jawab di atas melainkan diharapkan untuk mempertanggungjawabkan iman katolik kita sampai akhir hayat hidup kita. Maka dengan iman yang sama dan teguh Yesus Kristus yang “Sengsara, Wafat dan Bangkit dari alam maut” itulah kita dituntut secara radikal untuk memohon keselamatan kekal bagi semua arwah orang beriman yang telah meninggal dunia.
  4. Karena sebagai orang beriman, pada suatu saat kita akan mengalami situasi yang sama yakni KEMATIAN. Maka selain mendoakan keselamatan mereka, kitapun telah mendoakan keselamatan diri kita, bilamana maut merenggut hidup kita kapan saja.

Selamat mendoakan arwah! Tuhan memberkati! (fih)

 

Comments are closed.

Sponsors