Perjalanan Penuh Berkat (16): TETES AIR MATA ALLAH DI BUKIT ZAITUN

Posted by Admin Cantate On August - 25 - 2014 Comments Off on Perjalanan Penuh Berkat (16): TETES AIR MATA ALLAH DI BUKIT ZAITUN

Usai berkunjung ke Pater Noster Church, kami meneruskan langkah kami menuju Taman Getsemani. Jalanan yg kami lalui naik turun dan terbuat dari batu. Menurut Local Guide kami, lewat jalan inilah Yesus dielu2kan sewaktu perayaan Minggu Palma 2000 tahun yang lalu. Wah, saya jadi membayangkan seandainya saat itu Yesus lewat di depan saya sambil menunggang keledai, pasti saya tidak akan segan2 meletakkan jaket atau pun syal saya utk menjadi permadani di sepanjang jalan Yesus. Di telinga saya, terngiang lagu “Yerusalem lihatlah rajaMu: Hosana Putra Daud…!!”.

HL-20120430-yerusalem2

Sambil terus melangkahkan kaki, saya melihat bahwa di sepanjang jln tsb terdapat pemakaman Yahudi masa kini yg ditandai dengan batu2 nisan berbentuk persegi. Area makam tsb lumayan luas dan padat, bahkan nampaknya barisan batu putih yg terhampar tsb mendominasi pemandangan di sepanjang jalan.

HL-20120430-yerusalem1

Beberapa saat kemudian, kami menemukan sebuah bangunan Gereja dengan tembok tinggi di sebelah kanan jalan. “Sudah sampaikah kita di Taman Getsemani? Kok sepi ya?” tanya kami. “Oh, belum… tapi kita akan singgah sebentar ke sini”, jawab Local Guide kami yg bernama pak Oded. Kamipun memperlambat jalan dan melangkah memasuki pelataran yg dipenuhi dengan pohon2 rindang. Di sebelah kanan pintu masuk pelataran, terdapat makam2 kuno bangsa Yahudi yg berbentuk persegi terbuat dari batu beloksma berisi tulang2 mayat. Makam ini konon merupakan makam dari orang2 Yahudi yg meninggal 2rb yg lalu.

HL-20120430-yerusalem5-makam kuno

Tiba2 pak Oded menunjuk salah satu pohon di situ dan mengatakan bahwa itulah pohon Kerob (carob) atau pohon Yohanes. Tradisi mengatakan bahwa buah Kerob adalah buah yg dimakan oleh Yohanes pembaptis tatkala ia berada di padang gurun. Dalam kitab-kitab kuno, diceritakan bagaimana St Yohanes berdiam di padang gurun hingga tidak lagi memiliki persediaan makanan. Dalam ketiadaan makanan tsb, ia berhasil menemukan pohon kerob lalu memakan buah dari pohon itu. Karena hal itu, maka buah ini kadang-kadang dinamakan sebagai “roti Santo Yohanes.” Pohon Kerob adalah pohon tinggi yang daunnya selalu hijau dengan berangkai-rangkai bunga yang berbentuk seperti bunga kacang polong. Buahnya terdapat di dalam buah polong besar yang ceper, panjangnya 15 sampai 20 cm. Kulit buah polong itu sendiri amat manis dengan biji-biji yang ceper di dalamnya. Petani Israel mengeringkan buah polong ini dan memakainya sebagai makanan ternak; manusia hanya memakannya bila tidak ada makanan lain sama sekali (Lihat Injil Luk. 15:16 yg menceritakan ttg anak hilang yg ingin makan ampas makanan babi. Buah pohon inilah yg dimaksudkan sbg ampas tsb).

HL-20120430-yerusalem4-kerob

Beberapa saat kemudian kami bertemu sebuah Gereja dengan atap menyerupai bentuk tetesan air mata yg dikenal sebagai Gereja Dominus Flevit. Mengapa atapnya berbentuk demikian? Karena Gereja ini dibuat utk mengenang tempat Yesus menangisi Yerusalem (Lukas 19:41-44). Kala itu, mungkin sembari memandang kubah2 emas yg disangga pilar-pilar marmer dan pintu tembaga serta benteng Romawi – Antonia dari atas bukit ini, Yesus melihat kehancuran Yerusalem akibat konflik, kebencian dan kekerasan yang akan terjadi sehingga sangat sedihlah hatiNya. Lukas 21:20-24 menuliskan sbb : 21:20 “Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara ,  ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. 21:21 Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota,  21:22 sebab itulah masa pembalasan  di mana akan genap  semua yang ada tertulis. 21:23 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, 21:24 dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak  oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu .”

HL-20120430-yerusalem3

Sambil terus bercerita, pak Oded mengajak kami berjalan menyusuri jalan setapak, dan….. kami dikejutkan oleh pemandangan luar biasa penampakan Yerusalem dan lembah Kidron. Di kejauhan terlihat gedung2 dikelilingi tembok Yerusalem yg berdiri dengan pongah serta  kubah emas berjajar empat yg adalah kubah dari Gereja Ortodoks Rusia. Lalu, ada juga dome of the rock dan kubah abu2 Mesjid Al Aqsa. Sungguh pemandangan yg luar biasa.

HL-20120430-yerusalem6

Sambil meneruskan langkah menuju taman Getsemani, tak henti2nya hati saya bersyukur: Bapa… terima kasih banyak atas anugerahMu hingga saya bisa sampai di tempat ini, tempat yg pernah disinggahi & didiami Yesus Sang Putra Ilahi. Bapa….dimuliakanlah namaMu di bumi maupun di surga, sekarang dan selama-lamanya!!

HL-20120430-yerusalem7

Saat menulis cerita ini, saya kembali ingat akan perang yg tengah berkecamuk antara Israel dan kelompok Hamas yg berdiam di jalur Gaza, Negara Palestina. Mungkinkah perang tsb adalah bagian dari nubuat yg dimaksudkan Yesus? Barangkali Yesus pun sekarang sedang menangisi perpecahan ini. Dimanakah tetesan air mataNya jatuh? Tidakkah para penguasa negeri tsb merasakan duka Allah melalui penderitaan rakyat yg menjadi korban? Entah apa yg nantinya akan terjadi dengan tanah terberkati ini… semoga perang di sana segera berhenti. (fih)

Bersambung…..

Comments are closed.

Sponsors