Perjalanan Penuh Berkat (17) : PETRUS GALICANTU-SAKSI PENGADILAN & PENYANGKALAN TUHAN

Posted by Admin Cantate On September - 4 - 2014 Comments Off on Perjalanan Penuh Berkat (17) : PETRUS GALICANTU-SAKSI PENGADILAN & PENYANGKALAN TUHAN

Salah satu tempat indah yg sempat saya kunjungi ketika berziarah ke Holyland adalah Gereja Saint Peter in Galicantu. Gereja tsb memiliki atap berwarna biru berbentuk lengkungan2 yg menawan. Jendela2 besarnya dihiasi dengan mozaik bergambar yg indah sedangkan kubahnya bulat dan di atasnya dipasang salib yg serasi. Gereja ini terletak di lereng sebelah Timur Bukit Sion dan berdiri di atas bekas istana Kayafas. Tentunya kalian tidak lupa kan siapa Kayafas itu? Dia adalah Imam Besar menantu Hanas yg ikut andil dalam upaya penangkapan Tuhan Yesus. Kayafas menjabat Imam Besar pada masa pemerintahan Pontius Pilatus sebagai prokurator di Propinsi Yudea dari tahun 18 hingga 36 Masehi (Injil Yoh 18). Dalam peristiwa dibangkitkannya Lazarus di Betania (Yoh 11:17-57), Kayafas pernah berkata kepada para imam2 kepala & orang2 Farisi yg hendak menangkap Yesus “Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa”, sehingga mereka semakin gencar dalam merencanakan penangkapan & upaya pembunuhanNya. Dalam pengadilan terhadap Yesus, tenyata Kayafas tidak bisa membuktikan kesalahan Yesus, sehingga diapun akhirnya mengirim Yesus kepada Pontius Pilatus.

Gereja Petrus Galicantu sudah mengalami beberapa kali pembangunan. Berdasarkan penggalian arkeologis yg dilaksanakan di tempat itu, diketahuilah bahwa Gereja ini awalnya didirikan tahun 457 pada zaman Bizantium tetapi hancur karena invasi pasukan Islam pada tahun 1010. Pada tahun 1102, tempat ini direnovasi oleh para Ksatria Perang Salib tetapi sayang, bangunan ini kembali hancur pada tahun 1320. Barulah kemudian pada tahun 1931 para Biarawan Asumsion membangun ulang tempat ini. Di sebelah gereja ditemukan sebuah tangga yang mengarah ke lembah Kidron dan telah berumur lebih dari 2000 tahun. Karena istana Kayafas terletak di dalam tembok kota dan mengingat bahwa jalan terpendek dari Taman Getsemani menuju istana Imam Besar adalah melalui tangga ini, maka diperkirakan bahwa ketika Yesus dibawa ke istana Kayafas, Dia berjalan melewati tangga batu itu. Karena peristiwa tsb, maka tangga batu ini disebut juga sebagai “holy stairs”.

HL-20120430-galicantu1

Pintu Gereja Petrus Galicantu terbuat dari besi berukir sedangkan di atasnya terdapat mozaik bergambar salib dengan tulisan nama Gereja : Ecclesia Catholica Sandi Petri in Calligantu. Di bawah salib ditulis kalimat yg diambil dari Mazmur 121:8 yg berbunyi : Dominus custodiat introitum tuum et exitum tuum yg artinya : Tuhan akan menjaga keluar masukmu , dari sekarang sampai selama-lamanya.  Begitu kita memasuki Gereja, terlihat lah langit2 yg berhias lengkungan besi nan indah serta kursi2 berwarna biru tertata rapi. Di kiri kanan altar, dipajang lukisan tentang pengadilan Yesus di hadapan Imam Hanas & juga pengadilan di hadapan Kayafas. Ada juga patung Yesus mengenakan jubah biru dengan tangan terikat yg diletakkan di ruangan samping.

HL-20120430-galicantu2

Di lantai bawah tanah, terdapat ruangan2 kecil seperti gua dengan penerangan yg redup. Kalau dilihat dari atas, kita bisa melongoknya lewat kaca yg sengaja dipasang di lantai. Katanya sih tempat tersebut adalah bekas penjara sekaligus merupakan tempat penyiksaan bagi para tahanan. Ada kemungkinan setelah Yesus dibawa menghadap Kayafas dan mengalami pengadilan pertamanya, disanalah Dia menghabiskan sisa malamNya. (Matius 26,57-63 ; Markus 14,53-65 ; Lukas 22,63-71 ; Yohanes 18,12-14). Entah apa yg dirasakan Tuhanku ketika harus tidur meringkuk di tempat tsb. Dalam keadaan bersih saja terasa dingin dan lembab, apalagi dalam keadaan terluka, sendirian dan menderita penghinaan. Belum lagi siksaan keji para prajurit yg mencambuki tubuhNya. Ahhh… tak bisa terbayangkan.

HL-20120430-galicantu3

Di luar Gereja terdapat pekarangan yang ditumbuhi pohon2 kelapa dan beberapa tanaman bunga. Dari situ kita dapat menikmati pemandangan yang indah Lembah Kidron, Kota Daud, dan Siloam.

HL-20120430-galicantu5

Di teras gereja terdapat sebuah patung yang menggambarkan peristiwa penyangkalan Petrus dengan sebuah prasasti yang berisi kutipan dari Lukas 22:57, “Non novi illum” ( Women, I do not know Him). Di tempat itulah Petrus menangis setelah mendengar ayam berkokok. Ramalan Yesus telah digenapi, yaitu bahwa Petrus akan menyangkalNya sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok (Matius 26:34 ; Markus 14:30 ; Yohanes 13:38). Itulah sebabnya Gereja tersebut bernama Petrus Gallicantu dimana dalam bhs Ibrani, gallicantu berarti ayam berkokok.

HL-20120430-galicantu4

Petrus murid yang setia namun ingkar dan menyangkal

Pada Guru yang terkasih karna takut dan ngeri

Kitapun semacam Petrus yang sering menyangkal Yesus

Ampunilah kami Tuhan dan teguhkanlah iman

 

Pernah jugakah kita menyangkal Dia? Apakah kita baru mau bertobat setelah mendengar “kokok ayam”? Tuhan, ampunilah kami jika selama ini sering mengingkariMu…. namun jangan Engkau ingkari hambaMu ini di saat menghadapMu kelak. Bantulah kami untuk dapat memiliki keteguhan iman agar selalu setia hanya kepadaMu, sekarang dan sepanjang masa. Amien. (fih)

Bersambung…….

Comments are closed.

Sponsors