Perjalanan Penuh Berkat (18): MENENGOK PESONA SI CANTIK HAIFA & KAISAREA

Posted by Admin Cantate On October - 1 - 2014 Comments Off on Perjalanan Penuh Berkat (18): MENENGOK PESONA SI CANTIK HAIFA & KAISAREA

Siang yang terik. Angin kering bertiup kencang menggoda topi2 yg bertengger manis di kepala utk ikut terbang bersamanya. Hari ini, salah satu agenda perjalanan kami adalah ke arah Haifa & Caesaria yg terletak di sekitar Gunung Karmel. Setelah paginya sempat ke Kana & Nasareth, perjalananpun berlanjut. Meskipun capek, tapi sayang rasanya utk memejamkan mata soalnya pemandangan sepanjang perjalanan terlihat cantik. Warna2 hijau sesekali menyembul di sela2 gurun tandus. Makin mendekati Haifa, warna hijau semakin mendominasi. Di kejauhan terlihat cerobong2 asap sebuah pabrik. Menara2nya yg tinggi berdiri berjajar memperlihatkan pemandangan yg berbeda dibanding sekitarnya.

HL-20120428-haifa2

Jalanan masih saja sepi, hanya sesekali kami berpapasan dengan mobil yg melaju kencang ke arah yg berlawanan. Beberapa saat kemudian, jalanan mulai sedikit menanjak lalu sampailah kami di sebuah kota nan bersih dan asri yaitu Haifa. Dalam Bahasa Ibrani, Haifa terdiri dari dua kata Ibrani “Hof” dan “Yafe”  yang berarti “pantai yang indah”.

Kota Haifa terletak 165 km sebelah utara Jalur Gaza. Ketika berangkat tadi pagi, p’ Oded sempat menunjukkan letak jalur Gaza. Ada rasa syukur yg menyusup dalam hati saya saat menulis jurnal ini, untunglah saya sudah diberi kesempatan mengunjungi Tanah Suci ini selagi belum terjadi perang seperti sekarang. Dengar2, dalam perang tsb salah satu bom yg dilontarkan dari jalur Gaza ada yg jatuh ke kota ini. Entah bagian kota sebelah mana yg kena imbasnya.

israel-nasareth-haifa-peta

Kota Haifa merupakan kota terbersih di Israel sekaligus kota terbesar ke-3 di Israel setelah Yerusalem dan Tel Aviv. Kota ini terletak di pesisir Laut Tengah, di lengkungan teluk antara Laut Mediterania dan Gunung Karmel. Jika kita menyeberangi pelabuhan ke arah timur laut, kita akan menemukan kota benteng abad pertengahan bernama Acre/ Akkoh. Di sebelah utara Haifa, bila cuaca bagus tampaklah Rosh Hanikra ( jurang putih) yg merupakan posdi perbatasan Israel – Libanon. Kemudian jika kita melihat ke arah Timur, tampak Gunung Hermon dengan puncak saljunya menjulang tinggi memenuhi panorama.

Haifa memiliki pelabuhan teluk yang indah yang dibangun tentara Inggris saat menduduki Israel. Setelah mereka hengkang dari Tanah Suci, pelabuhan itu kemudian dikembangkan dan diperluas Israel. Sebagai sebuah kota pelabuhan, di sepanjang pantai nampak kapal-kapal tanki dan container yang berjejer rapih. Di kejauhan, terdapat pula yacht2 indah dan mahal milik orang2 kaya Haifa. Haifa benar2 kota yg indah nan kaya yg punya segalanya: pegunungan, pantai, samudera, pemukiman, bahkan taman bunga.

HL-20120428-haifa3

Penduduk Haifa berjumlah sekitar 300.000 warga, dimana 8.000 orang di antaranya adalah orang Arab Israel yang Muslim. Penduduk Haifa memeluk beberapa macam agama, seperti : Kristen, Islam dan Druze. Di Haifa juga berkembang agama baru yg disebut Baha’i, sebuah agama monoteistik yang berasal dari Iran. Kata bahai berasal dari kata Arab Persia yang artinya kemuliaan. Agama ini mengakui semua Nabi, Musa, Isa, Muhammad, dan Sang Budda. Nabi terakhir mereka adalah Baha Ullah yg berasal dari Persia yg merupakan pendiri agama Bahai tersebut dan hidup dalam abad XIX. Baha Ullah (=kemuliaan Allah) sendiri konon menerima wahyu seperti Musa, Kristus dan Muhammad. Para pengikutnya memaklumkan kesamaan semua ras, mengupayakan perdamaian dan persatuan semua agama. Mereka masih mengakui adanya nabi baru yang akan datang. Pengembang Agama Baha’i, Al Bab (Abdu’l Baha/ Baha Ullah) dihukum mati pemerintah Iran dan dimakamkan dalam sebuah bangunan Kubah Emas di Gunung Karmel. Karena Haifa dipercaya sebagai kota suci mereka, sekte Agama Bahai membangun sebuah kuil beratapkan emas dalam gaya Partenon Yunani Kuno dengan taman yang begitu indah dan luas. Saat ini sebagian besar penganut sekte ini tinggal di Amerika.

Sambil mendengarkan penjelasan Tour Guide kami, tiba2 kami dikejutkan dengan pemandangan luar biasa. Tepat di depan kami, sebuah bangunan yg dikelilingi taman bunga nan indah tertata rapi nampak menghadang di arah tusuk sate. Wow…… saking terpana, banyak yg lupa mengeluarkan kamera. Bus terus berjalan mendaki meninggalkan hamparan indah tadi. Haduh….!! Nyesel deh telat bergerak, “Jangan khawatir”, kata Tour Guide kami… “kita akan memutar lagi…. Setelah itu, sebentar lagi kita juga akan sampai di atas taman tadi.” Nyesss….. seisi bus langsung menghela napas lega.

HL-20120428-haifa1

Utk masuk ke dalam Taman, kita tidak perlu membayar . Di depan taman berdiri beberapa penjaga yg memeriksa & menanyai maksud kedatangan kami. Gak tau kenapa, tapi tiap orang ditanya apakah merokok atau tidak… mungkin disitu memang zona dilarang merokok. Taman yg sering disebut sebagai The Hanging Gardens of Haifa ini mempunyai luas sekitar 200,000 meter persegi ini. Pemandangan dari taman gantung tsb sangat indah. Selain tempatnya bersih, bunga-bunga berwarna warni menghiasi setiap sudut taman. Di kejauhan tampak pelabuhan Haifa membentang memamerkan kapal2 yg berjajar dengan latar belakang laut biru yg menawan. Rasanya betah banget deh berada di tempat tsb sampai lupa akan teriknya sengatan matahari siang itu. Kalau kita ingin lebih dekat dengan kuil berkubah emas yg berada di bawah, kita tinggal menyusuri anak tangga yg ada di taman tsb. Lumayan jauh sih…

HL-20120428-haifa4

Seusai mengunjungi Taman, kami melewati Gunung Karmel dimana dulu Nabi Elia berhasil mengalahkan 450 nabi Baal yang mempersembahkan persembahan bagi Tuhan (I Raj 16:20). Di atas Gunung Karmel, terdapat Biara Karmel, pusat dari ordo Karmelit serta Gereja Stella Maris yg mempunyai arti Bintang laut. Selain dulunya merupakan tempat persembunyian Nabi Elia, bangunan itu juga pernah menjadi rumah sakit sementara tempat merawat prajurit Napoleon Bonaparte ketika menyerang kota Akoh milik Turki. Tentara yang mati terbunuh oleh tentara Turki, dimakamkan di depan gereja tersebut dan dibuatkan satu monumen peringatan berbentuk piramid. Di atas monumen tersebut terdapat patung nabi Elia dan juga sebuah salib besar yg bisa terlihat dari kejauhan.

Perjalanan siang ini ditutup dengan makan siang di sebuah Chinese Food Restaurant. Menu yg dihidangkan kurang lebih sama dengan yg sudah2: ada sop kol, mie goreng, oseng buncis, chicken nugget….. tapi mau gimana lagi, namanya juga di negeri orang jadi tetap harus bersyukur masih bisa makan kenyang 3x sehari… hehehe.

HL-20120428-haifa5

Kalau dari pagi tadi kami sudah menyusuri jalan dari Jerusalem ke Kana sepanjang 161 km, lalu dari Kana ke Nazareth : 9 km, sedangkan Nazareth ke Haifa adalah 44 km, maka total jarak yg telah kami tempuh sampai siang hari tsb sudah lebih dari 200 km. Tapi, perjalanan hari ini belum berhenti sampai di sini karena masih ada beberapa tempat yg akan kami kunjungi. Jadi, begitu makanan di meja telah tandas, tanpa menunggu makanan turun ke dalam perut, kami sudah harus bersiap lagi utk perjalanan selanjutnya, yaitu ke Kaisarea Maritima.

Kemudian, bus pun melaju pelan. Tempat pertama yang kami lewati setelah meninggalkan restaurant adalah sebuah pelabuhan tua yg terlihat bagus dengan pemandangan lautnya yg indah. Dari kejauhan, terlihat mobil diparkir berderet2 dan beberapa orang tampak sedang menikmati liburannya di tepi pantai.

HL-20120428-pelabuhan

Menurut tour guide kami, Kaisarea Maritima dulunya merupakan sebuah kota Fenisia yang bernama Menara Strato. Pada tahun 22 SM-10 SM, kota ini dibangun oleh Raja Herodes Agung menjadi kota pelabuhan yang megah yang dilengkapi dengan tempat-tempat hiburan seperti theater, rumah Ibadah Romawi, aquaduct dan lapangan pacuan kuda. Utk menghormati Kaisar Agustus, maka kota tsb diberi nama Caesarea.

Kaisarea Maritima menjadi ibukota Provinsi Yudea selama hampir 600 tahun, termasuk pada masa kehidupan Yesus Kristus. Lokasinya yang strategis di tepi Laut Mediterania yg merupakan tengah2 daerah pantai di Israel (sekitar 33 mil utara Yope dan 60 mil barat laut Yerusalem ) dan penduduknya yang kaya raya, membuat kota itu menarik bagi para pembesar Roma khususnya Pontius Pilatus yang kemudian mendirikan markasnya di tempat itu dengan dikawal satu garnisun pasukan Romawi. Dari tempat itu Pontius Pilatus bisa dengan mudah mengawasi wilayah jajahan Roma. Penemuan sebuah prasasti pada salah satu ekskavasi menjadi bukti otentik yang menginformasikan bahwa Pontius Pilatus pernah berkuasa sebagai Gubernur Yudea.

Pemberitaan Injil di Kaisarea Maritima dilakukan oleh Diakon Filipus (Kis. 8:14) dan Rasul Petrus. Alkitab mencatat bahwa Rasul Petrus diundang oleh Kornelius untuk memberitakan Injil di rumahnya yang saat itu telah dipenuhi banyak orang (Kis. 10:24, 11:11). Kornelius adalah orang non Yahudi pertama yang menjadi pengikut Yesus. Melalui kesaksian Rasul Petrus di kediaman Kornelius itu banyak jiwa menerima Yesus sebagai Juruselamat dan dibaptiskan. Alkitab juga menceritakan bahwa Rasul Paulus dalam perjalanan pelayanannya beberapa kali melewati pelabuhan Kaisarea (Kis. 9:30; 18:22; 21:8). Ia pun pernah ditahan selama 2 tahun di kota itu (58-60 M) sebelum kemudian naik banding ke Roma (Kis. 23:23; 25:4, 13-14).

Ketika Vespasianus dinobatkan menjadi Kaisar di kota itu tahun 69, kota Kaisarea Maritima diberi nama Colonia Prima Flavia Augusta Caesarea. Pada th 195 Kaisarea juga pernah menjadi tuan rumah sinode gerejawi yang memutuskan bahwa hari raya Paskah harus dirayakan pada hari Minggu. Di kota itu pula Origenes (185-254 M) dan Aleksander menerima tahbisan Imam, serta Eusebius (315-330 M) sejarawan pertama gereja dipilih menjadi Uskup. Pada abad 3-4 M kota itu menjadi pusat studi utama bagi orang Yahudi dan kristen. Ada beberapa sekolah guru keagamaan dan sebuah perpustakaan yang bagus didirikan oleh Origen dari Aleksandria.

Tahun 640 bangsa Arab menduduki Kaisarea, kemudian tahun 1102 dikuasai serdadu Perang Salib. Raja Perancis St. Ludovikus IX pernah menjadikan kota itu sebagai benteng yang akhirnya dihancurkan tentara Islam pada tahun 1291. Pada sekitar abad ke-18, seorang bernama Ahmad yg berasal dari Yunani membawa reruntuhan Kaisaria ke kota Akoh. Namun begitu, sampai kini sisa2 keindahan & kemegahan Kaisarea masih bisa kita lihat.

Di pinggir laut Mediterrania, berdiri sebuah saluran air kuno “Aquaduct” yg dibangun pada tahun 37 SM-4 SM di jaman Herodes yg membentang dari gunung Karmel sampai ke Kaesarea. Aquaduct merupakan tempat penampungan air dari seluruh sumber mata air di Kota Yudea. Di masa tsb, air tawar disalurkan dari penampungan raksasa itu ke rumah warga menggunakan gaya gravitasi untuk membuat tekanan, agar bisa mengalir kencang ke rumah penduduk. Kata Aquaduct diturunkan dari Bahasa Latin aqua yang berarti air dan ducere yang berarti mengarahkan. Meskipun bentuknya tak lagi utuh, tembok Aquaduct yang merupakan reruntuhan Caesarea ini sepertinya tetap mampu membawa kita membayangkan kemegahan kota maritim tersebut di jaman keemasannya.

HL-20120428-caesaria

Selain aquaduct, ada juga bangunan bersejarah lain yg dibangun oleh Herodes. Contohnya adalah Amphitheater, sebuah tempat pertunjukan seni / budaya yang mampu menampung 5.000 orang. Tempat duduk di Amphiteater disusun melingkar ke atas, terdiri dari berpuluh2 anak tangga yg mengitari arena yg berada di tengah2. Saya pernah melihat tiruan amphitheater seperti ini di Sulawesi Utara, tepatnya di areal Bukit doa Tomohon, kota pegunungan berhawa sejuk yang terletak sekitar 30 km dari Manado. Kalau Amphiteater Kaesarea terletak di pinggir laut, maka Amphiteather di Tomohon dilatar belakangi Gunung Lokon & mampu menampung sekitar 1500 pengunjung.

HL-20120428-caesaria2

Di dekat amphitheater Kaesaria, terdapat juga bekas istana Herodes yg dibangun di sebuah semenanjung yang menjorok ke laut & dihiasinya dengan kolam renang yang dikelilingi oleh lorong dengan pilar-pilar di sampingnya yg disebut stoa. Menurut cerita, Herodes membangun semua monumen bersejarah itu sebagai ucapan terima kasih kepada senat di Roma karena telah diangkat menjadi raja di Yudea, Kaesarea.

Kini, selain terkenal dengan penduduknya yg terdiri dari orang2 kaya raya, di Kaisarea terdapat juga lapangan golf yg sangat luas. Konon, lapangan golf ini merupakan satu2nya lapangan berukuran penuh di Asia. Ide pembuatan Caesarea Golf and Country Club dimulai dari kenangan James de Rothschild akan lapangan golf berpasir di Skotlandia yang mirip dengan bukit-bukit pasir di pantai Kaisarea. Pembangunan lapangan golf terwujud setelah James wafat, dan ini dilakukan oleh James de Rothschild Foundation serta dibuka resmi pada th. 1961 oleh Abba Eban.

Sayang sekali kami tidak bisa berkeliling Kaisarea lebih lama & melihat kayak apa bagusnya lapangan golf yg dimaksud karena masih ada 1 tempat lagi yg harus kami kunjungi. Meski badan mulai pegal2, bus yg kami tumpangi masih setia membawa kami meninggalkan Haifa & Kaisarea di siang yg terik tsb menuju tempat berikutnya ….. (fih)

Bersambung …..

 

Comments are closed.

Sponsors