SELALU ADA ALASAN UNTUK BERSYUKUR

Posted by Admin Cantate On August - 4 - 2015 Comments Off on SELALU ADA ALASAN UNTUK BERSYUKUR

Sabtu kemarin, Aula Betlehem terlihat beda. Sungguh!! Baru sekali ini saya lihat Aula kita keren abis. Panggungnya terlihat megah, kain hitam nampak menutup background-nya, di kiri kanan terdapat pilar tinggi putih hitam dipadu dinding hitam pula. Bunga-bunga cantik kuning, putih, biru berjajar rapi dikombinasi batu-batu taman dan pagar-pagar mini bercat putih menyegarkan mata. Belum lagi hiasan bambu kuning + lampu panggung kerlap-kerlip menyemarakkan suasana. Di sebelah kiri depan, terdapat panggung mini tempat gamelan dan kawan-kawannya digelar. Ratusan kursipun ditata rapi menghadap panggung. Punya gawe apalagi sih Paroki kita?

20150801-PTSY-01

Yang tidak pernah ke Gereja Keluarga Kudus sebulan belakangan ini pasti gak tahu. Pasalnya, rencana acara tsb sudah digembar-gemborkan sejak lama, baik dalam Warta Paroki, Poster di papan pengumuman maupun spanduk raksasa yang dipasang di halaman Gereja. Lektor dan Romopun gak ketinggalan selalu mengumumkannya di setiap Misa.

Acara apakah itu?

Sebenarnya, ada 3 acara yang dirayakan sekaligus pada tanggal 1 Agustus 2015 yaitu :

1. Perayaan Ulang Tahun ke-45 Paroki Rawamangun yang jatuh pada tanggal 27 Juli 2015.

2. Perayaan Puncak Tahun Syukur 2015 dalam rangka ArDasPas KAJ periode th. 2011-2015

3. Perpisahan dengan Rm Sutarno MSF yang akan melaksanakan tugas pelayanan ke Paroki Jagakarsa, Pasar Minggu setelah berkarya 3 tahun di Rawamangun.

20150801-PTSY-10a

Dalam kesempatan tersebut, pertama-tama kita akan merayakan Misa Kudus dengan 3 konselebran yaitu Rm Tony MSF, Rm Sutarno MSF dan Rm Rinata MSF. Guna mendukung kemeriahan acara, maka Misa di Kapel Mater Dei pada Sabtu sore jam 17.30 ditiadakan. Petugas Misa kali ini juga istimewa. Ada 8 Ketua / koordinator Wilayah pembawa vandel, Tatib oleh : Ketua Seksi & kelompok Kategorial, Pembawa Persembahan : Dewan Paroki Harian (DPH), sedangkan Petugas Koor dari Wilayah Elisabeth (sebagai hadiah peringkat 1 Clinic Choir 21 Juni 2015 lalu). Lagu-lagu Misa akan memakai nuansa Nusantara + lagu pemenang Clinic Choir “Prayer of St. Francess” & “Terpuji Nama Tuhan“, sedangkan Ordinarium menggunakan Misa Kita 4.

Selesai Misa, kita akan diajak ke Aula Betlehem untuk menikmati beberapa acara yang telah disiapkan Panitia yaitu Jathilan Ponorogo dari guru & karyawan sekolah Budhaya pimpinan Bpk Sampyuh, Tari anak-anak St Angela asuhan mas Tommy, spontanitas OMK, dan puncaknya adalah penampilan Ketoprak Humor yang dimeriahkan oleh DPH, Pengurus Paroki, Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, umat & Romo Paroki dengan sutradara Alexius Heri Prasetya. Jadi….. di sinilah kita sekarang!!

Nah, simak nih liputan singkatnya :

Tepat pukul 17.00 iringan Petugas mulai memasuki Gereja dari Pintu Utama. Lihatlah!! Pintu utamanya dihias dengan untaian Janur yang indah, Ruang Gerejapun digantungkan spanduk yang menyiratkan acara Syukur,   dan altarpun  dipenuhi bunga nan menawan. Kalau kita menghadap ke Panti koor, ternyata ruangan tsb juga tak kalah meriah karena diberi back ground kain berwarna kuning+merah.

Di antara para Misdinar, Prodiakon & 3 Romo, terdapat juga para Koordinator Wilayah atau wakilnya yang membawa vandel bergambar Santa/ Santo Pelindung wilayah masing-masing, serta Ketua DPH Bpk Rocky Wowor membawa vandel Keluarga Kudus. Sambil maju ke depan, Petugas Koor dari Wilayah Elisabeth pimpinan Gloria Silalahi menyanyikan Hymne Keluarga Kudus karangan Ibu Hanna Pim. Begitu sampai di depan Altar, Romo segera mendupai altar disusul para pembawa vandel meletakkan vandelnya di tempat yang sudah disediakan. Sementara itu Koor melanjutkan lagunya dengan nyanyian Pembukaan bergaya Batak “Tuhan Lihatlah Kami Datang” karya L. Putut Pudyantoro.

Ini adalah wajah-wajah sebagian personel Elisabeth Choir pada sore itu. Yang putri memakai kostum kebaya warna warni dengan bawahan panjang batik seragam, sedangkan yang putra atasannya yang seragam.

20150801-PTSY-02

Dalam kotbahnya, Rm Tony mengatakan bahwa sudah selayaknya kita bersyukur atas 45 tahun usia Paroki kita yang semakin berkembang. Semuanya itu pasti karena dukungan umat dan juga kerjasama yang baik antara Romo, DPH & umat. Beliau juga menyinggung tentang rencana Pembangunan Aula baru menggantikan Aula lama yang sudah usur dimakan rayap. Pada kesempatan tsb, beliau juga menyampaikan terima kasih dan dukungannya kepada Rm Tarno yang per 1 Agustus 2015 mendapat tugas perutusan di PAroki Jagakarsa, Pasar Minggu. Semoga Rm Tarno betah dan mampu mengembangkan karya pelayanan di sana, juga bisa membangun Gereja yang sampai saat ini belum dimiliki Paroki tsb.

Ketika persembahan, 4 orang DPH pria mengusung pula tumpeng nasi kuning mengiringi para DPH wanita yang membawa sibori & anggur. Lagu yang dinyanyikan koor adalah lagu bergaya Melayu berjudul “Kembara Samadi” karya Paul Widyawan.  (maaf kalau salah judul ya)

20150801-PTSY-03

Setelah konsekrasi yang dilanjutkan Bapa Kami versi Totok P., akhirnya tibalah penerimaan komuni. Sebagai pengiring komuni, koor menyanyikan lagu “Tiada Syukur tanpa Peduli” dan “Prayer of St Francess“. Dua lagu lain yang telah disiapkan yaitu “Terpuji Nama Tuhan” dan “Terimakasih Seribu” akhirnya batal dilagukan karena ternyata pembagian komuni lumayan cepat.

Akhirnya, sekitar pukul 18.30, Misa ditutup dengan berkat Penutup lalu dilanjutkan perarakan keluar Gereja dengan lagu “Taburkanlah” gaya Betawi.

Puji Tuhan!! Misa berlangsung cukup meriah, umat yang hadir pun cukup melimpah, terbukti kursi-kursi bakso sampai dikeluarkan dari gudang dan digelar di halaman.

Usai Misa, rombongan Jathilan sudah menanti di luar dan langsung membunyikan tabuhan untuk mengantar umat ke Aula Betlehem dan melanjutkan aksi panggungnya di Aula.

Wow!! Ketika saya mengintip ke Aula, ternyata antusias umat perlu diacungi jempol! Aula Betlehem sampai membludak & bahkan banyak umat yang tidak kebagian tempat duduk. Secara hitungan kasar, kalau tempat duduk yang tersedia adalah 600 kursi, maka bisa jadi jumlah hadirin berkisar 800 jiwa. Amazing kan? Gak disangka lho!!

20150801-PTSY-09

Begitu Romo dan para tamu sudah duduk di tempat, ibu Luci & pak Deni selaku MC segera membuka acara.

20150801-PTSY-15Acara pertama masih melanjutkan penampilan Jathilan, kemudian sambutan Ketua Panitia dan dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Romo Paroki kita, Rm Tony MSF.

20150801-PTSY-16

Setelah pemotongan tumpeng, acara diteruskan dengan doa pembuka & doa makan bersama. Lalu, tibalah acara perpisahan dengan Rm Tarno. Sayang sekali saya tidak bisa mengikuti acara karena harus bersiap di belakang panggung, jadi gak tahu persis apa yang terjadi. (sedih!!).

Setelah sambutan-sambutan DPH, Romo dll, tibalah giliran OMK menyampaikan uneg-uneg dan sambutan perpisahannya. Terakhir, mereka menyanyikan satu atau 2 lagu sambil menyalakan lilin. Kalau gak salah lagunya tentang persahabatan dan sebangsanya.

…… Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini ..

Bikin terharu deh! Ihik… ihikk…!! Selamat berkarya di ladang baru, Romo Tarno!!

20150801-PTSY-08

Acarapun terus bergulir…… MC mengajak umat menyaksikan penampilan  anak-anak St. Angela dengan tari Yapong. (fotonya mesti hunting dulu nih, kalau sudah dapat pasti saya pasang. Sabaaarrr yaaaa…!!)

———

Setelah itu, tibalah acara puncak yang ditunggu-tunggu yaitu pementasan Ketoprak Humor dengan lakon : “JOKO WIYOSO”.

Yang menarik dari Ketoprak ini adalah pemain diambil dari beberapa DPH, Pengurus Lingkungan / Wilayah, umat dan yang Romo Paroki. Mumpung beliau bersedia menjadi bintang tamu, maka Rm Tony MSF didaulat menjadi Sultan Agung. Sayang sekali Rm Tarno & Rm Rinata tidak bisa bergabung disebabkan kesibukan mereka karena harus beberapa kali keluar kota.

Dengan dihantar oleh suara merdu sang MC (Ibu Luci), dibacakanlah sinopsis cerita diiringi lamat-lamat suara gamelan pimpinan Ibu Karmi. Inti ceritanya adalah : Pangeran Suryokusumo adalah jagoan sakti dari Kadipaten Lingga Pura yang diutus untuk membasmi para begal Selawukir yang suka merusuh di seantero Kadipaten. Alih-alih membasmi begal, ternyata sang Pangeran malah terpikat dengan putri Sulatsih adik para begal Bawasutha & Bawasura. Dia lalu bergabung dengan para Begal dan bermaksud mengkudeta kerajaan pimpinan Adipati Krida Kencana. Tetapi, malang bagi sang Pangeran. Ternyata kesaktian dan kesombongannya akhirnya berhasil dikalahkan oleh murid dari Begawan kenthir Resi Srenggono & Resi Srenggodo yang bernama Joko Wiyoso. Kesimpulannya adalah : keserahakan dan ketamakan pasti kalah melawan kebenaran, kerendahan hati dan keluhuran budi.

20150801-PTSY-10B

Thok… thokkk… thok thok….. thok…..

Layarpun dibuka dan nampaklah gambar istana megah tempat sang Adipadi berkuasa.

Kayak gini nih suasana pertunjukan Ketopraknya :

20150801-PTSY-09B

Biar ada gambaran yang jelas, saya flash back sebentar mulai saat latihan ya….  Masalahnya ketika pementasan berlangsung, saya tidak bisa meliput dari depan panggung jadi foto-fotonya juga gak lengkap. (kecewa.com)

Ini foto para pemain lengkap sebelum tampil, tapi tanpa Romo Tony MSF. Soalnya, Rm Tony sedang potong tumpeng di panggung dan belum sempat dandan.

20150801-PTSY-05C

Ini pas lagi latihan. Latihannya sih santai…. banyak ketawa. Kalau salah palingan di -“CUT” sama sutradara.

20150708-PTSY-01

Seperti yang sudah saya sampaikan di depan, Ketoprak ini disutradarai oleh mas Heri. Ide cerita dan patokan skenariopun dari dia, tinggal dikembangkan sendiri oleh para pemain.

20150731-PTSY-01

Latihannya 12x, termasuk yang memakai iringan gamelan 4x.

20150731-PTSY-03

Lucunya, tiap latihan pasti dialognya berubah. Masalahnya, pemain harus improve sendiri dialognya. Jadi, kalau salah satu lawan main gak bisa datang dan digantikan orang lain, hasilnya hampir pasti berantakan alias nyerong jauh dari patokan. Kadang malah ada yang bengong, bingung!!

Tapi, yang pasti sih adegan peperangannya makin hari makin bagus. Ada beberapa improvement saat bertarung.

20150731-PTSY-02

Nah, pas pentasnya… ternyata hasilnya jauh lebih bagus dibanding latihan. Banyak kali terdengar tawa riuh penonton menyaksikan adegan-adegan konyol dari para pemain. Ini adegan pas lagi Pasowanan Agung dengan Kanjeng Adipati Krida Kencana (mas Elang) beserta Ibu Ratu (Ibu Yos Tomy). Pasowanan dihadiri para Patih ((pak Rocky & pak Totok) & Panglima – Prajurit (pak Anton, pak Tri, pak Paijo & Leon) serta Pangeran Suryakusumo (mas Broto), dilanjutkan pertempuran pertama dengan para Begal (Eko Tri, Tommy, Yoga & Bagio). Kocak abis tapi juga seru!!

20150801-PTSY-06

Ketika para putri adik Begal yaitu Sulasmi, Sulastri dan Sulatsih (diperankan oleh mb Sri, mb Nuning & iin) sedang bersantai bersenang-senang, para putri tsb khususnya putri tertua bernama Sulatsih diminta kakang Begal untuk merayu Pangeran agar mau bergabung dengan kelompok Begal guna melakukan pemberontakan/ kudeta. Meski sebelumnya Sulatsih menolak usulan kakangnya, namun ketika bertemu Sang Pangeran, Sulatsih pun jatuh hati dan akhirnya bersedia menjadi pendamping sang Pangeran yang juga tergila-gila padanya.

20150801-PTSY-07A

Mendengar bahwa Suryokusumo berpindah haluan menjadi ketua Begal dan ingin memberontak ke Kadipaten, maka di Kadipaten dilakukan Rapat Akbar lagi dengan dihadiri pula oleh Begawan Nalayekti (bpk Broto Subekti). Dalam rapat tsb, akhirnya diputuskan bahwa sang Begawan lah yang akan membantu membasmi begal dengan minta tolong pada 2 adiknya yang menjadi Resi di sebuah Gunung.

Seperti inilah sosok para Resi gemblung gurunya Joko Wiyoso. Kocak kan? Mirip Petruk & Bagong ya? Hahaha…. apalagi gayanya! Bikin perut yang laper tambah melintir kebanyakan ketawa. Sutradaranya yang pakai baju warna hijau, sedangkan yang biru itu mas Slamet dirigennya Cantate. Joko Wiyoso-nya diperankan dr. Sudirman (yang pake kaos paling pojok)

20150801-PTSY-14

Kalau gambar yang kanan itu adalah perang dunia kedua antara Begal & prajurit Lingga Pura.  Lucunya, para penonton ABG pada teriak-teriak menyemangati si begal dengan memanggil nama aslinya : Yoga….. Yoga…Yoga…!! Perang berlangsung apik & seru dengan salto-salto & beberapa jurus kungfu. Secara, kedua pemain ini adalah murid padepokan THS-THM. Hasilnya : si Yoga kalah perang melawan Leon, maklum dia kan anteknya begal. hehehe…..!!

20150801-PTSY-11

Ini perang antara Pangeran Suryokusuma yang bermaksud memberontak Kadipaten Lingga Pura melawan Joko Wiyoso sang tokoh unggulan. Perangnya gak pake pistol atau nuklir, tapi hanya adu kesaktian. Joko Wiyoso ini telah dianugerahi ajian pamungkas bernama “Senggol Modod” dengan rapalan aneh : Ji walang kaji 3x…. koko belo…. dhem dhem…!! Kocak banget deh adegan waktu pemberian ajian itu, soalnya si Joko Wiyoso itu kan asli Batak, jadi ngucapin dhem-dhem nya khas logat Sumatera Utara gitu. Diem-diem dokter satu itu gemblung juga ternyata kalau sudah ndhagel.

20150801-PTSY-07B

Hasilnya, Sang Pangeran kalah melawan si Joko. Sebagai hadiahnya, si Joko  dianugerahi tanah / daerah Selo Wukir oleh Sultan Agung untuk dibangun dan dirubah namanya menjadi Sela Kencono. Lalu ceritapun TAMAT.

20150801-PTSY-12

Begitu gamelan ditabuh bertalu-talu, semua pemain naik ke panggung bersama Rm Tarno & Ketua Panitia Bpk M. Sumardi untuk berfoto bersama. Romo Toni itu yang sedang pegang Mike (pake tutup kepala biru kehijauan), sedangkan Rm Tarno yang pake baju batik. Yang pake jas itu pak Mardi, ketua Panitia.

20150801-PTSY-04

Akhirnya, acara purna sekitar pukul 22.00, tepat seperti perkiraan Panitia.

Umat pun meninggalkan tempat dengan hati gembira. Begitu juga dengan Panitia. Meski capek, Panitia cukup puas dengan kesuksesan acara terutama pagelaran Ketoprak ini meskipun ada juga rasa kecewa karena sound system kurang mendukung sehingga suara tidak terdengar jelas sampai ke penonton di bagian belakang. Yang tak kalah membahagiakan adalah kesabaran penonton untuk mengikuti acara hingga selesai. Meski lampu remang-remang akibat dimatikan sewaktu Ketoprak berlangsung, ternyata mereka tidak beranjak menunggu akhir cerita. Jangan-jangan semua itu gara-gara mereka menunggu penampilan Sang Gembala Rm Tony ya?

Syukur Tuhan akhirnya semua paripurna dengan lancar.  Terima kasih buat Romo yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, juga terima kasih tak terhingga buat Panitia yang telah dengan sabar dan semangat ikut serta menyiapkan acara. Tak lupa thanks a lot buat teman-teman Cantate yang bersedia berpartisipasi membantu Sie Konsumsi. Inilah gaya narsis mereka sebelum kalang kabut karena jumlah dinner box yang disediakan gak sepadan dengan jumlah hadirin… (very very sorry yaa….!)

20150801-PTSY-13

Thanks so much pula buat 9 Cantaters yang telah ikut melakoni peran dalam Ketoprak sehingga pementasan berjalan sukses. Semoga karya pelayanan kalian kelak akan mendapat imbalan surga.

IMG-20150805-PTSY

Meski masih banyak kekurangan di sana-sini, hanya syukur dan syukur yang bisa kami ucapkan karena tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. Tuhan sungguh selalu baik pada umatNya!! Akhir kata : Puji Tuhan!! Halleluya!

kontributor :  iin h.

 

Comments are closed.

Sponsors