Tag Archives: family gathering

Yang Tertinggal dari 2016 : Komik Family Gathering (2)

BAGIAN 2

Tgl 18 Juni pagi, setelah dilepas oleh Rm Toni dengan berkatnya, kami berangkat dengan menggunakan 2 Bus ukuran sedang. Jalanan lumayan macet, langit mendung. Dan ketika kami hampir sampai di Villa, salah satu Bus ternyata tidak kuat menanjak sehingga beberapa penumpang turun dari bus lalu berjalan kaki menuju Villa. Maklumlah, jln masuk ke villa  menurun tajam dan naik lagi dengan menikung.

Begitu sampai, hujan rintik-rintik menyambut kedatangan kami. Tapi kami tak terpengaruh. Setelah kumpul sejenak di pendopo untuk pembagian kamar, dengan bersemangat kamipun menuju kamar- masing-masing untuk bersiap diri.

1606-komik FG-202b

Setelah istirahat sejenak, kami berkumpul lagi untuk melanjutkan acara. Yang pertama adalah games. Cukup menyenangkan, seru dan heboh.

1606-komik FG-203

1606-komik FG-204

1606-komik FG-205

Habis games, sebagian pada berenang.

1606-komik FG-206

1606-komik FG-208

1606-komik FG-207

Malamnya, kami latihan koor untuk tugas kami di bulan Juni, lalu makan malam, terus dilanjutkan permainan lagi.

1606-komik FG-210b

1606-komik FG-209

1606-komik FG-210a

1606-komik FG-211

1606-komik FG-212

Malam terus bergulir…. pukul 10, acara bubar diteruskan acara bebas. Ada  yang sekedar ngobrol, ada yang nonton TV, ada yang langsung ke alam mimpi. Sebagian remaja terlihat  gitaran lalu lanjut bermain kartu.

1606-komik FG-220

Sebagian Bapak-bapak masih melek sampai malam dengan kesibukan mereka.

1606-komik FG-213

Paginya, kami bangun dengan hati gembira.

1606-komik FG-214

1606-komik FG-216b

Kamipun memulai aktifitas dengan senam bersama, dipimpin mb Dewi. Aih… senengnya, badan jadi seger deh.

1606-komik FG-215

1606-komik FG-216

1606-komik FG-217

1606-komik FG-218

1606-komik FG-219

Habis olahraga, kami sarapan lalu setelah itu mengekspoitasi lingkungan sekitar dengan jalan-jalan bersama dengan jarak tempuh tidak kurang dari 3km. Lumayan capek.

1606-komik FG-221

1606-komik FG-222

Sampai Villa, kamipun beres-beres kamar lalu bersiap Misa penutupan bergabung dengan OMK yang juga sedang mengadakan Acara di Villa yang sama.

Sebelum Misa, beberapa memanfaatkan waktu untuk berfotoria ataupun bersantai.

1606-komik FG-222b

Setelah Misa, kami makan siang lalu check out meninggalkan tempat dengan harapan tahun depan bisa pergi bareng lagi dengan anggota yang lebih banyak, tempat yang lebih menyenangkan dan acara yang lebih seru.

1606-komik FG-223

Tamat. (fih)

Yang Tertinggal dari 2016 : Komik Family Gathering (1)

Ketika ada momen ulangtahun, beberapa orang cenderung ingin mengenang masa yang telah lewat. Mungkin karena pengin bebenah diri, mungkin karena ada teman yang mengungkit-ungkitnya, mungkin karena kaget tiba-tiba umurnya sudah bertambah tua, atau mungkin juga cuma iseng alias tanpa alasan apa-apa. Dan itulah yang terjadi pada saya.

Ketika tiba saat ultah Cantate yang ke-11, saya iseng buka-buka foto lama Cantate. Mulai dari ultah ke 10 pada Januari 2016, lalu tugas Minggu Palma, tugas Pantekosta, dan…. tiba-tiba saja …  wkwkwk….. tanpa bisa ditahan, saya terkekeh-kekeh sendiri.

Emangnya lihat foto apa sih?

Ini lho: ada yang bikin komik sehubungan Family Gathering Cantate yang dilaksanakan pada tgl 18-19 Juni 2016. Acaranya  di Cipayung, yang ikut 60-an peserta. Teruusss, acaranya seru abis: ada nyanyi, ada games yang pakai nutup-nutup mata, ada games anak-anak, games berpasangan suami-istri, ada pula jalan-jalan santai dan senam bersama. Sebenarnya cerita komiknya gak penting sih, sekedar buat selingan dan guyon. Tapi, yang mengalami kejadiannya jadi  tergelitik antara geli, senang, bahagia, kesal, geregetan dan pengin nyubit. Siapa sih biang iseng nya ? Siapa lagi kalau bukan oknum dengan initial NuNiNg? Hahaaahaa…. yang lain sih tinggal menimpali, lalu  saya rangkum dan tambahi. Jadi, kalau alurnya rada-rada gak nyambung gak usah protes ya!

Coba simak nih! Gak perlu mikir banyak, gak perlu dimasukin hati, pokoknya cuma buat hepi….!!

BAGIAN 1

Awalnya, rencana Gathering adalah ke P.Tidung, sebuah pulau di antara kepulauan Seribu. Bayarnya murah, perkepalanya gak sampai 300rb sudah termasuk transport, makan dan nginep 1 malam di Villa. Tapi, berhubung cuaca yang tidak mendukung, Gatheringpun dialihkan ke Cipayung seminggu sebelum hari H. Makanya, di awal-awal kita ledek-ledekannya tentang pendaftaran ke P. Tidung, bukan ke Cipayung.

1606-komik FG-01b

1606-komik FG-02

1606-komik FG-03b

1606-komik FG-04a

Bersambung…… (fih)

 

 

Trilogi Ultah 9th Cantate Choir (3) : BAHAGIA ITU SEDERHANA

Yuhuuuiiiiii….! Akhirnya pesta yang kita nantikan pun tiba!! Meski mendung terlihat menggelayut di angkasa, suasana tetap terasa cerah ceria dengan suku berkisar antara 23-32 derajat Celcius.

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, usai melakukan Bhakti Liturgi Misa ke-2 di Gereja Paroki Keluarga Kudus Rawamangun, para Cantaters berbondong-bondong menuju Aula Betlehem. Sebagian langsung sibuk mengurus konsumsi, sebagian sibuk menyiapkan acara, dan sebagian lagi duduk gelisah menunggu acara dimulai. Tidak ketinggalan anak-anak berlarian hilir mudik tak sabar menantikan  pesta siang itu. Tart Ultahpun sudah bertengger manis di tengah area pesta yang sengaja ditata membentuk lingkaran.

cantate-ultah09b-01

Tik… tak… tik… tak…. jarum jam terus bergulir. Mana nih yang lain kok masih banyak kursi yang kosong? Weleh.. weleh.. ternyata sebagian masih sibuk di area belakang sedang menyiapkan makanan. Waduh, kayaknya Romo gak jadi bisa datang deh!? Tunggu punya tunggu, tahu-tahu sudah jam 10.15. Mas Heri dan Mb Rini yang ditunjuk untuk membawakan acara segera memulai acara karena Tamu Undangan dari perwakilan  Sie Liturgi Paroki pun sudah tiba dari tadi.

Acara yang pertama adalah doa pembukaan yang dipimpin Bpk Paijo. Setelah itu, kami menyanyikan Mars / Gema Cantate.

cantate-ultah09b-02

Setelah itu, perwakilan dari masing-masing grup suara dipanggil maju ke depan untuk memberikan kesan & pesan. cantate-ultah09b-03

Habis itu, tibalah acara sambutan. Pak Mardi selaku wakil Sie Liturgi Paroki menyatakan bahwa beliau menyambut baik adanya kelompok2 kategorial seperti Cantate Choir ini. Adalah gampang membentuk suatu kelompok Paduan Suara, tapi jarang ada yang bisa bertahan lama dengan kualitas seperti Cantate. Beliau berharap agar Cantate tetap kompak dan terus mempertahankan semangatnya dalam melayani untuk kemuliaan Tuhan. Selanjutnya, mas Broto selaku Koordinator juga urun suara. Selain mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-9 buat Cantate Choir, dia mengucapkan terimakasih atas semangat dan kekompakan anggota selama ini & merasa sangat senang serta menyatakan salut kepada Sopran & Alto yang hanya dalam 3 hari sanggup mengupayakan sebuah pesta dengan acara yang meriah dan konsumsi yang melimpah. (fyi : Panitia ini memang memang baru ditunjuk pada Kamis malam yang lalu seusai latihan tambahan.) Setelah itu, mas Slamet selaku konduktor & mb Dewi selaku organis turut pula memberikan sambutan.

cantate-ultah09b-04

Acara selanjutnya adalah tiup lilin yang dilakukan oleh Koordinator, Konduktor, Organist dan didampingi oleh perwakilan per suara. Dengan diiringi lagu selamat ulangtahun, lilin pun ditiup  dan wushhhhh….. lilinpun padam. plok…plok… plok…

cantate-ultah09b-05

Tibalah acara yang lebih seru yaitu : Permainan!!

Permainan kali ini dikelompokkan dalam 2 kategori yaitu permainan masal dan permainan kelompok. Untuk permainan masal, peserta diminta membentuk lingkaran besar. MC menjelaskan bahwa kami akan bernyanyi dengan diiringi mb Dewi, lalu apabila MC meniup peluit maka kami harus membentuk kelompok sesuai arahan MC.

Permainanpun dimulai. Peserta mulai jalan berputar sambil menyanyi dengan muka was-was. Begitu bunyi priiiittttt…. serentak pandangan beralih ke tangan MC dan gubrak-gubrak ….gedebak gedebuk…. para peserta berlarian membentuk kelompok.

 

cantate-ultah09b-06

Hasilnya, yg gak dapat kelompok maju ke depan!! Yang masih selamat tampak tertawa riang.

cantate-ultah09b-07

Wah, baru dapat 2 korban nih, jadi muter lagi yuuukkk……. (btw sorry yaaaa, ini keterangan gambarnya salah, yang bener : putaran ke-2 pada permainan ke-1)

cantate-ultah09b-09

Lalu, priiiittttttt…………….. korban pun berjatuhan lagi. Hahahahaa……

cantate-ultah09b-08

Setelah 3 kali putaran, terkumpullah korban yang cukup banyak. Korbanpun mendapat hukuman. Tapi gak papa lah, hukumannya ringan kok, cuma berjoget berpasangan sambil menjepit jeruk di punggung. Lihat tuh, mas Ir & mas Broto menikmati banget pijitan si jeruk. Ardo dan Rheina pun terlihat santai berjoget saling memunggungi. yang jeruknya jatuh duluan berarti kalah main. Untunglah jeruknya gak sampai pecah… hahahahaaa….

cantate-ultah09b-10

Setelah puas tertawa, permainan pun berlanjut. Kali ini permainan akan dilakukan secara kelompok. Untuk session permainan berkelompok, kami diminta tetap dalam formasi melingkar. Setelah itu, peserta disuruh menghitung sampai lima secara bergantian, dan…. terciptalah 5 buah kelompok!! Acarapun dipindahkan ke tempat yang lebih lapang di bagian tengah Aula. Olalaaaa…. ternyata sie Acara telah menyiapkan peralatan yang tidak lazim. Apakah itu? Wah, ada kelereng mini, ada sumpit, ada gelas aqua, ada balon, dan ada… TERONG!!?? hahahaaa…. buat apa nih? kok terongnya diikat pake rafia? Sabar ya, dengarkan dulu penjelasan MC.

Mb Rini pun segera menjelaskan permainannya. Ternyata, kami akan melakukan lomba estafet. Apa saja nih yang harus dilakukan?

1. Membawa lari kelereng dengan sumpit dengan jarak sekitar 10 km. Hah? yang bener? Iya!! Tapi,… berhubung takut waktunya gak cukup, maka jaraknya diralat menjadi 10 meter saja. Sampai di tujuan, peserta harus memasukkan kelerengnya ke dalam gelas aqua yang telah disediakan, baru setelah itu boleh dilanjut ke estafet ke-2

2. Setelah kelereng masuk ke dalam gelas, dua atau 3 peserta yang telah menunggu di sebelah gelas harus membawa balon yang telah disiapkan di dekat kursi dengan cara menjepitnya di antara mereka dan lari kembali ke garis start.

3. Selanjutnya, peserta yang telah diikat dengan rafia yang digantungi terong, akan menggiring balon tsb kembali ke seberang dengan cara menendangnya menggunakan terong.

4. Sampai di tempat tujuan, peserta berikutnya harus menduduki balon tsb sampai meletus.

Peserta pun gaduh, ada yang bingung, ada yang asyik mengagumi terongnya, ada yang rame menyusun strategi, dll, dll. Beberapa peserta bahkan ada yang masih minta agar penjelasannya diulang dan diulang.

cantate-ultah09b-11

Nah, setelah semuanya jelas, MC segera menyuruh peserta untuk bersiap. Tapi, tunggu dulu nih, ternyata peserta tendang balon pengin pada eksis nih. Sebelum estafet dimulai, mereka berpose memamerkan terongnya masing-masing bersama ajudannya dan  …. klik, klik, klik…….

cantate-ultah09b-12

MC pun berteriak : sudah siap belum? Seribu penonton menyahut : siap…..!! Lalu : 1…2…3…..priiiittt……peluitpun ditiup.

Estafet 1 : sumpit kelereng

Ternyata Pak Mardi larinya kenceng banget lho, kalo gak salah kecepatannya sampe hampir 200 km / jam, disusul bu Ema & bu Elly yang melaju dengan kecepatan mendekati 150km / jam, dan yang terakhir adalah bu Mardi dengan hanya 120 km / jam…. hahaaahaaa. Wah, 1 lagi siapa ya? Maaf deh, sampe gak terpantau.  Kalau gak salah Mas SJ deh! Jangan-jangan  justru dialah yang menjadi juaranya dengan kecepatan lebih dari 200 km / jam??!! wkkkk….

cantate-ultah09b-13

Estafet 2 : Lomba balap mengempit balon beregu

Maaf ya, session lomba ini tidak tertangkap kamera. Maklumlah, kecepatan lari para pesertanya melebihi kecepatan cahaya. Yang pasti peserta melewatinya dengan lancar, aman & terkendali tanpa halangan suatu apapun. Apa karena tantangannya terlalu mudah ya? (Waduh! Lain kali mesti cari yang lebih susah, nih!)

Estafet 3 : Lomba tendang balon vs terong

Mas Ir yang telah berhasil mencapai garis finish duluan berteriak histeris sambil mengacungkan tangannya ke atas : horeeeee !! Mas Broto gak mau kalah, meski ngakunya gak sengaja menendang balonnya menggunakan kaki tapi akhirnya dia mendapat pengawalan ketat dari mbak Dewi. Lalu, mas Heri pun menyusul. Terakhir, pak dokter Dirman dan Rheina terlihat kebingungan mengikuti balon yang gak jua mau ke depan. Penonton semakin panas dan menyoraki: ayooo… ayooo… terus… terus….. Tapi, ternyata terong mereka bandel banget! Berkali-kali terongnya justru menendang ke arah belakang hingga akhirnya setelah berkutat lama dan hampir utus asa, sampai juga mereka di garis akhir.

cantate-ultah09b-14

Estafet 4 : meletuskan balon dengan cara diduduki.

Sampai di garis finish, balonpun diduduki dan… dorrrr!! doorrrr!!! dooorrrrr!! Satu persatu balon meletus. Hahaha….. cepat sekali ya ? habis gimana gak mau meletus kalau eksekutornya sekaliber mas Agung? Yang kasihan kelompoknya Rheina tuh. Sudah nyampenya paling akhir, eksekutornya ketakutan dan malah lari2 gak mau nduduki balonnya. Terpaksa deh bu Wahyu urun tenaga. Setelah goyang kiri kanan dan nguik…nguikkkkk…. akhirnya : DUARRRR!! meletus juga balon pink-nya. Hahahaa… seru abis deh.

cantate-ultah09b-15

Karena banyak yang curang, maka Panitia memutuskan bahwa juara I adalah kelompok Rheina sedangkan juara II diraih oleh kelompok III.

Sie acarapun membereskan peralatannya. Lalu, sampailah kita kepada Permainan ke-3.

“Teman-teman, berhubung Panitia Pesta kali ini dari Sopran & Alto, maka dengan kerendahan hati kami undang Tenor & Bass untuk maju ke depan,” MC mengumumkan sambil tersenyum. Spontan para jagoanpun maju ke depan.

“Mau disuruh apa nih kita?” tanya mereka ketika melihat sie Acara  menyusun bangku-bangku bakso ke tengah area.

MC pun menjelaskan bahwa mereka harus berjoget berkeliling serta segera rebutan menduduki bangku ketika musik berhenti. Yang gak dapat kursi berarti kalah dan harus dihukum.

cantate-ultah09b-17Perebutan kursi pun dimulai.  Mbak Dewi pun segera mengalunkan lagu “Nafas Iman”. Mula-mula, meskipun wajah-wajah mereka terlihat cemas, mereka berputar dengan tertib. Namun, hal itu tidak berlangsung lama karena beberapa detik kemudian satu dua oknum mulai curang dan masing-masing mulai memegangi kursi yang ada di dekatnya. Lucu banget lho melihat tampang mereka. Hahaha…. umur boleh tua, tapi kelakuan kayak anak kecil. (peace!!)

cantate-ultah09b-18

MC kebingungan, sie acara kewalahan, penonton pun sampai gemes dan banyak yang terpingkal-pingkal melihat ulah mereka.

cantate-ultah09b-16

Akhirnya permainanpun diulang dan diulang lagi. Waaaaa….. gimana nih? Kapan dapat korbannya kalau gini? Kasihan tuh mbak Dewi sampe keriting tangannya memencet2 keyboard buat ngiringi joget para jagoan.

Sampai akhirnya…..

cantate-ultah09b-19

……. didapatlah 3 orang calon terpidana!!!

Siapa mereka? Ternyata : mas Kelik, mas Agung dan Ardo! cantate-ultah09b-20

Sebagai penghargaan akan pengorbanannya, para korban boleh memilih masing2 tiga orang anggota dalam kelompok mereka. Tapi, sebagai hukumannya, mereka harus bersedia dirias ala kadarnya oleh para anggota tsb dengan syarat : meriasnya harus dari belakang tanpa boleh menengok hasil riasannya.

Peralatanpun dikeluarkan : ada bedak, pensil alis, lipstik, eye shadow, blosh on (salah tulis gak ya? hehehe..), kipas dan selendang pasmina.

Kayak gini lho pelaksanaannya :

kelompok 1 : Ardo

cantate-ultah09b-21

kelompok 2 : mas Kelik

Walau hati terasa pedih, tapi mas Kelik tetap tersenyum … “oh my God, jadi kayak apa mukaku?” jeritnya dalam hati. Sakitnya tuh di sini!! hahahahaa……..

cantate-ultah09b-22

kelompok 3 : mas Agung

Gerombolan si berat tertawa puas dan terus melaburkan bedak ke wajah korbannya. Wah, ini cat tembok atau bedak? Jadi inget salah satu punokawan dalam cerita wayang nih!

cantate-ultah09b-23

dan hasilnya adalah :

jreng… jreng ….. munculnya mbok-mbok pemain lenong nan gagah jelita cantik perkasa !!!

cantate-ultah09b-24

Berdasarkan voting melalui tepuk tangan penonton, juara untuk lomba rias ini diraih oleh : kelompok Ardo. Plok…plok…plok…. lima ribu penonton bertepuk riuh memenuhi udara Aula. Haduh, perut sampai sakit nih ngakak abis. Gimana tidak? Para mbok-mbok baru itu ternyata centil-centil sekali lho, lihat saja gayanya ! Kalau gak ingat waktu, barangkali para fans akan terus mengalir minta foto bareng tiada henti.  wkkkkk….!!!

Saking kebanyakan ketawa, jadi laper nih…!!!

Akhirnya, permainan diakhiri lalu kami bersiap untuk acara terakhir : Santap Siang!! Wow, asyik kan? Meski sebagian besar merupakan makanan sumbangan anggota, ternyata makanannya berlimpah lho : ada bakso, ada nasi bakar, ada spagheti, ada asinan, kue lemper, risoles, puding coklat, susu kedelai, es kelapa muda, jeruk, aqua botol …. trus apa lagi ya? wah, lupa deh! Pokoknya sedap dan nikmat!

cantate-ultah09b-26

Tanpa buang waktu lagi, kami segera duduk manis dan menyiapkan hati untuk ‘berdoa sebelum makan’ dengan dipimpin oleh mas Eko. Begitu kata “Amien” terucap, serta merta kami bangkit dan segera menyerbu meja makan. Saking banyaknya makanan, kami sampai mengundang dan berbagi dengan Bapak-bapak dari kelompok pijat refleksi serta beberapa Bapak yang berada di sekitar Aula.

cantate-ultah09b-25

Acara diakhiri dengan pembagian suvenir berupa botol minum “Lion Star” sumbangan dari seorang Donatur. Lalu setelah kelar membereskan ruangan kira-kira pukul 12.30, kami pulang dengan perut kenyang dan hati gembira.

Thanks God atas penyertaanMu sepanjang hari ini: atas cuaca yang bersahabat, atas kegembiraan yang boleh kami alami, atas kekompakan kami, atas rejeki yang boleh kami nikmati, atas Bhakti Liturgi yang boleh kami lakukan dan atas semua anugerahMu buat kami khususnya buat Cantate Choir yang sampai kini masih boleh berkarya di dunia ini.

Terimakasih buat teman-teman yang telah berkenan menyumbang baik berupa makanan, dana, maupun usulan acara, properti, waktu dan tenaga serta kehadirannya sehingga acara Ultah Cantate ke-9 tahun ini bisa berlangsung dengan meriah. Meskipun sederhana, saya percaya pesta kita tsb mampu membahagiakan kita semua. Benar sekali kata seorang teman bahwa “Bahagia itu sederhana“. Kebahagiaan tidak harus berasal dari sesuatu yang ‘wah’ dan ‘mahal’ tapi dengan sesuatu yang sederhana, kita pun bisa merasakan kebahagiaan. Semoga berkat Tuhan selalu menyertai kita, kini dan selamanya.

Akhir kata :

Selamat Ulang Tahun ke-9 Cantate Choir

(11 Januari 2006- 11 Januari 2015)

selesai

 

kontributor : Fortunata Iin H (Cantate Choir)